“Teruslah melangkah dan jangan lupakan awal starmu. Terus pandang lurus ke tujuanmu, sambil sesekali melirik ke arah kanan dan kiri agar engkau tidak tersesat”.

Kutipan di atas terus mengalir dalam pikiranku sambil ditemani secangkir kopi manis. Begitulah kehidupan terus berjalan, dan setiap manusia sejatinya memiliki tujuan hidup, bahkan menjadi kewajiban agar setiap langkahnya selalu mengarah ke tujuan hidupnya.

Tujuan hidup biasanya di konotasikan sebagai impian. Sesungguhnya impian itu adalah gerakan, bukan hayalan. Disebut gerakan karena impian itu harus dijemput, bukan dihayalkan tanpa gerak. Sekecil apapun impian ketika bisa diwujudkan, itulah kesuksesan besar. Sementara sebesar apa pun impian ketika hanya sebatas angan, itulah kegagalan total mendekati pecundang.

Karena itu, melangkah maju mengejar impian adalah sebuah usaha yang sungguh-sungguh memerlukan energi besar dan waktu yang lama, itulah namanya hukum proses. Namun dalam perjalanan menuju impian itu kita harus melihat apa sesungguhnya niat awal dari sebuah usaha untuk mewujudkan sebuah impian. Niat yang benar akan melahirkan usaha yang benar.

Bukankah Rasulullah Muhammad Saw mengajarkan kepada umatnya, “Innamal A’malu Binniat Wa Innama Likullimriin Ma Nawa”. Hadis ini menekankan bahwa sesungguhnya semua amalan dasarnya adalah niat dan semua perkara atau perbuatan bergantung pada apa-apa yang kita niatkan.

Artinya meluruskan niat adalah sebuah keharusan dalam mengejar dan mewujudkan cita-cita dan impian. Memandang lurus ketujuan adalah sebuah keniscayaan, agar semangat perjuangan tidak akan pernah tergoyahkan dalam mewujudkan sebuah impian dan harapan untuk menjadi sebuah kenyataan.

Mendengar dan melihat serta menerima referensi dari semua pihak diperlukan dalam rangka meningkatkan kualitas perjuangan agar kekeliruan yang mungkin saja terjadi di dalam proses perjalanan panjang menuju terwujudnya sebuah impian atau cita-cita bisa diminimalisir.

Terwujudnya sebuah impian dan harapan bagi sebuah usaha yang diawali dengan ketulusan hati akan melahirkan keikhlasan yang sempurna. Seorang muslim harapan dan impian terbesar dalam kehidupannya adalah kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, serta terselamatkan dari api neraka, sebagaimana permohonan dan doa kita, “Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirat hasanah, waqina adzabannar.”

Setiap langkah kaki dan ayunan tangan bagi seorang muslim dan muslimah seharusnya bertujuan untuk mengejar impian dan harapan untuk mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat, karena sesungguhnya manusia tempat kembalinya adalah sebuah tempat yang penuh dengan berbagai kesenangan dan kebahagiaan yaitu sorga Allah Swt.

Jadi teruslah melangkah dan jangan lupakan awal starmu. Terus pandang lurus ke tujuan, sesekali melirik ke arah kanan dan kiri agar engkau tidak tersesat.
(BN Lambai, 03 Pebruari 2022).

(Visited 227 times, 1 visits today)
One thought on “Teruslah Melangkah Menjemput Mimpinya”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.