Oleh: Sumardi

Dahulu kala ada sebuah negeri bernama kerajaan Hastina Praja dengan Kepala Pemerintahan saat itu dipegang oleh Jayasuman. Jayasuman dipilih melalui pemungutan suara yang diikuti oleh seluruh rakyat Hastina Praja. Aneh memang, sebuah kerajaan pemerintahannya dipegang oleh seorang yang  bukan karena garis keturunan sebagaimana kerajaan-kerajaan lain pada saat itu. Konon ceritanya dalam pemungutan suara untuk memilih sang raja didahului dengan kampanye untuk memikat hati rakyat. Tidak lupa para calon kepala pemerintahan menjual program-progam yang ditawarkan jika nanti peserta pemilihan ditetapkan sebagai raja sekaligus sebagai Kepala Pemerintahan. Janji-janji ditebarkan berhamburan bagaikan menebar bibit ikan lele di empang Pak Haji Dadang.         

Dalam masa kampanye tersebut tidak lupa diisi dengan pertunjukan musik dangdut, pagelaran wayang kulit, seni campur sari dan pagelaran musik cadas dengan mendatangkan biduan ganteng dan biduanita cantik yang khusus didatangkan dari ibukota kerajaan Hastina Praja. Karena kerasnya persaingan antara dua kontestan para pemusik, dalang, penabuh gamelan, pesinden, gitaris, drummer dan biduanita terbelah dalam dua kutub besar secara diametral. Sebagian mendukung Jayasuman dan sebagian lagi mendukung pencalonan Jayakatwang. Dalam masa kampanye tersebut juga muncul dua blok pengamat politik dadakan dengan masing-masing menggunakan argumentasi sebagai justifikasinya. Pada masa itu juga sudah muncul dua kelompok relawan yang mendukung masing-masing calon. Relawan tersebut hanya sekedar nama karena sesungguhnya mereka bekerja tidak benar-benar rela namun atas dasar harapan atau pamrih tertentu terhadap junjungannya. Para pendukung dari berbagai profesi tersebut meramaikan jagat kampanye untuk masing-masing jagoannya bagaikan para cheerleaders pada pertandingan bola basket NBA antara The Lakers melawan Miami Heat.       

Alhasil pada hari yang telah ditentukan oleh Komisi Pemilihan Umum-nya Hastina Praja dilakukan pemungutan suara. Setelah pencoblosan secara serentak kemudian dilakukan penghitungan suara dengan kemenangan sebesar 65% suara di pihak Jayasuman. Akhirnya Jayasuman dilantik sebagai raja sekaligus sebagai Kepala Pemerintahan di Hastina Praja. Setelah pelantikan  Jayasuman diarak keliling kota pada rute tertentu oleh para pendukungnya dengan naik kereta kencana yang ditarik oleh tujuh belas kuda pilihan. Jayasuman dalam orasi kemenangannya mengatakan bahwa  dia akan membangun Hastina Praja dari desa, dia akan membangun infrastruktur, dan dia akan mewujudkan SDM unggul untuk kemajuan Hastina Praja. Tidak lupa dia berjanji tidak akan membagi-bagi jabatan. Semua penempatan pejabat akan didasarkan pada kompetensi sehingga meritkorasi dapat berjalan dengan baik.    

Jayasuman  mulailah bekerja dengan memimpin rakyat Hastina Praja mengejar ketertinggalannya dari kerajaan-kerajaan lain di sekitarnya seperti Alengka, Jodipati, dan Mandura serta Awangga. Banyak harapan yang tertuju padanya untuk segera mengentaskan kemiskinan di Hastina Praja. Jayasuman sebenarnya dikenal pribadi yang baik. Sopan, rendah hati, pekerja keras serta ulet menjadi ciri khasnya. Namun sayang seribu sayang dia dikelilingi oleh orang-orang yang memanfaatkan kekuasaan untuk mengambil keuntungan pribadi, kelompok dan golongannya. Jayasuman melakukan langkah blunder dengan memilih para dalang, gitaris, pesinden, relawan dan pengamat politik yang tergabung dalam cheerleaders untuk mengisi posisi penting di negari Hastina Praja. Ada yang menjadi juru bicara, komisaris, dan posisi bergengsi lainnya di negeri itu. Kebijakan dan implementasi Jayasuman semakin hari semakin sulit diterima oleh nalar sehat yaitu mengesampingkan kompetensi dalam mewujudkan Sistem Meritokrasi dalam bermasyarakat dan bernegara. Rest in peace kompetensi, begitulah sepenggal cerita jadul Negeri Cheerleaders Hastina Praja.           

Grand Wahid Salatiga, 3 Juni 2021

Penulis : Mahasiswa S3 Ilmu Manajemen SDM Universitas Negeri Jakarta

(Visited 42 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Sumardi

One thought on “Hastina Praja Negeri Cheerleaders”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.