Pemandangan yang sangat menyedihkan sekaligus memprihatinkan adalah ketika pagi hari masih banyak ibu – ibu atau sapaan gaulnya emak – emak bukannya menyiapkan sarapan untuk suami dan anaknya, atau membereskan rumah, tapi malah berjejer di teras untuk mengobrol dengan sesama ibu – ibu. Tentu saja hal ini akan mempunyai konotasi negatif bahwasannya hal yang dibicarakan adalah bukan hal urgent, penting, apalagi produktif. Karena ketika membicarakan hal yang penting pastinya dengan kondisi fisik dan mental yang sudah siap segalanya. Siap dengan kebutuhan/keperluan keluarga sudah dipenuhi. Namun pemandangan ini justru mengindikasikan bahwa ibu – ibu tersebut malah bergosip atau bahasa islamiahnya adalah menggibah.
Di sisi lain generasi muda sering tidak melakukan hal yang seharusnya yaitu melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan belajar atau membuat karya, tapi sebagian adalah mager (malas gerak), dengan melihat tayangan internet tanpa melihat atau melakukan benefit yang baik untuk dirinya sendiri. Disamping itu nongkrong yang kurang bermanfaat, balapan liar, berpacaran, atau bahkan melakukan aksi anarkis yang dapat merugikan banyak pihak.
Untuk kaum bapak – bapak sebagian malas bekerja, namun makan minum selalu ingin terpenuhi. Ada pula yang senang berjudi, mabuk – mabukkan, berselingkuh, atau melakukan gerakan – gerakan yang non benefit acap kali dilakukan.
Tentu hal – hal tersebut di atas hanya membuang waktu atau istilah Inggrisnya wrasting time. Apakah ini yang membuat negeri ini tak kunjung maju? Apakah ini yang membuat sumber daya negeri ini tak kunjung maju? Jangan – jangan iya. Jangan -jangan karena sering membuang waktu, membuat tidak maju?!. Oh tidak.
Inilah habit atau kebiasaan yang tentunya harus dihilangkan. Coba tengok negara yang bisa maju. Kira – kira hal apa yang menjadi pendorong mereka untuk maju. Menurut data maupun sebaran informasi yang dibaca melalui buku, baik yang didengar dari media maupun cerita handai taulan, mereka sangat paham menggunakan waktu. Tidak pernah membuang waktu. Bahkan untuk sekedar istirahatpun, harus membuat suatu karya yang bermanfaat, baik membaca, menghasilkan ide, atau bahkan langsung menghasilkan karya nyata. Untuk itulah jangan buang waktu, jika ingin maju. Bukankah begitu?
