Cappadocia, Turki mendadak viral di Indonesia. Pasalnya, kawasan satu ini disebut-sebut dalam serial “Layangan Putus” yang tengah jadi perbincangan hangat di media sosial.

Baca juga: Cappadocia, Who’s Dream? (1)

Pernah kita bahas pada artikel lain bahwa kita tidak pernah memilih untuk memiliki parasit di dalam pikiran kita: penghakiman, merasa diri menjadi korban, dan sistem kepercayaan. Ketika kita tahu bahwa kita tidak mempunyai sebuah pilihan, kita harus memiliki kesadaran bahwa itu hanya mimpi.

Ada orang yang mengatakan, “Aku ingin berubah. Aku benar-benar ingin berubah. Tidak ada alasan bagiku mengapa aku miskin. Aku pintar. Aku berhak untuk hidup lebih baik. Aku harus menabung lebih banyak uang dari yang aku dapatkan.”

Mereka telah menyadari semua keadaan itu. Tetapi, itu semua hanya pikiran mereka. Lalu apa yang mereka lakukan? Mereka hanya membuka media sosial dan menghabiskan waktu berjam-jam dengannya. Lalu, seberapa kuatkah keinginan mereka?

Setelah kita memiliki kesadaran, kita memiliki pilihan. Jika kita mampu memiliki kesadaran itu setiap saat, kita bisa mengubah kebiasaan kita, mengubah segala reaksi kita, dan mengubah seluruh kehidupan kita.

Setelah kita memiliki kesadaran, kita bisa menemukan kebebasan. Ketika kita sudah menemukan kebebasan, di setiap saat kita bisa memilih untuk mengingat siapa diri kita yang sebenarnya. Namun, ketika kita lupa, kita bisa memilih untuk kembali jika kita tetap memiliki kesadaran. Tetapi, jika kita tidak memiliki kesadaran, kita tidak punya pilihan.

Mempunyai kesadaran berarti bertanggung jawab untuk hidup kita sendiri. Kita datang ke dunia dengan misi yang besar, misi yang sangat penting. Misi kita adalah untuk menjadikan diri kita bahagia. Untuk menjadikan diri kita bahagia, kita harus melihat apa yang kita percayai, bagaimana kita menilai diri sendiri, dan bagaimana memberdayakan diri kita sendiri.

Jujurlah atas kebahagiaan kita. Jangan memperlihatkan kebahagiaan palsu dengan mengatakan kepada semua orang, “Lihatlah aku. Aku sukses dalam kehidupan. aku mempunyai segalanya yang aku inginkan. Aku sangat berbahagia.” Padahal, kita tidak menyukai diri kita sendiri.

Semuanya sudah ada untuk kita. Tetapi, pertama-tama kita harus memiliki keberanian untuk membuka mata kita, gunakan kebenaran, dan melihat kenyataan yang sebenarnya. Manusia begitu buta, dan mereka buta karena mereka tidak ingin melihat.

Semua penderitaan yang terjadi karena kita tidak ingin melihat kenyataan, ketika semua sudah begitu jelas di depan mata kita. Tidak ada orang buta yang lebih buruk dari orang yang tidak ingin melihat. Tidak ada orang tuli yang lebih buruk dari orang yang tidak mau mendengar. Tidak ada orang gila yang lebih buruk dari orang yang tidak mau mengerti.

Kita sudah menjadi buta. Itulah kenyataannya dan kita harus membayarnya untuk itu. Tetapi, jika kita mau membuka mata dan melihat kenyataan di dalam kehidupan ini apa adanya, kita dapat menghindari begitu banyak rasa sakit secara emosional. Ini tidak berarti kita menghindari risiko. Kita hidup dan butuh tantangan. Ketika kita gagal, lalu bagaimana? Siapa yang akan peduli? Itu tidak akan menjadi masalah. Kita belajar dan melangkah tanpa penilaian.

Kita tidak membutuhkan penilaian. Kita tidak perlu menyalahkan atau merasa berdosa. Yang kita butuhkan hanyalah menerima kebenaran dan berniat memulai hidup yang baru. Jika kita bisa memahami diri kita sendiri, itu langkah awal yang baik untuk menghentikan penolakan terhadap diri sendiri. Setelah kita berhasil menerima diri kita sendiri apa adanya, segala sesuatu akan mulai berubah, saat itu dan selanjutnya.

Saya, Anda, dan Kinan telah memiliki kesadaran. Saya, Anda, dan Kinan memiliki pilihan masing-masing. Saya, Anda, dan Kinan hanya perlu jujur atas kebahagiaan masing-masing. Saya, Anda, dan Kinan tidak perlu menderita karena sudah berani melihat kenyataan. Saya, Anda, dan Kinan hanya perlu menerima diri masing-masing apa adanya. Ya, segala sesuatu akan mulai berubah, saat ini dan selanjutnya. [Bersambung]

(Visited 29 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Abah Iyan

Sosiopreneur, Writerpreneur & Book Publisher

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.