
By: Hamsah
Berawal dari peristiwa semalam di Masjid Kampus, sehabis selesai salat Isya, panitia meminta saya untuk memberikan kultum di depan para jamaah. Jika diterima, saya sendiri bingung mau membahas apa. Kalau tentang agama, rasanya tidak mungkin berdiri untuk memberikan ajakan apalagi mau menyadarkan dikala saya sendiri masih perlu untuk diajak dan disadarkan, meskipun saya sebenarnya sadar, sadar jika saya sedang di kandang paksa. He he.
Tulisan ini bukan untuk mengurai kembali isi kultum saya semalam, hanya saja ingin merespon tanggapan dari seorang senior dan atau yang sempat melihat postingan saya setelah turun dari atas mimbar waktu saya menuliskan status “Saya paling menghindari pembahasan tentang agama, tetapi akhirnya di kandang paksa juga oleh senior”. Sontak salah seorang senior atau tepatnya guru saya memberikan komentar,”Hal apa yang bukan soal dari agama”. Saya tidak langsung menjawab karena memang historinya saya menuliskan negasi dari kalimat tersebut.
Jika pun saya tidak membalas komentar tersebut, itu sesuatu yang tidak salah. Kenapa? Karena di saat saya membalas berarti saya mengingkari pernyataan sebelumnya jika menghindari pembahasan tentang agama, karena saya paham ini pertanyaan jebakan yang pasti jawabannya tentang agama.
Tetapi saya tidak ingin mendiamkan komentar itu, mumpung senior ini memberikan komentar maka ia mungkin memiliki kekosongan waktu untuk saya ajak berdiskusi di tengah kesibukannya sebagai asisten salah satu kepala daerah di Sulawesi Selatan. Saya pun merasa beruntung bisa memancing logikanya untuk berkomentar, yang selama ini hanya sunyi senyap dalam melihat postingan-postingan saya.
Kembali kepada komentarnya, “Adakah perihal di luar agama? Bermaksud agar diskusinya jalan, maka saya menjawab “tidak ada. Semua hal terkait tentang agama”. Mengapa demikian? Tentu dari kita masing-masing bisa mengurainya sendiri. Lihat profesi anda, pekerjaan, keilmuan, kegemaran, hobby, ketakutan, kecintaan bahkan yang anda benci sekalipun itu semua berkaitan dengan agama.
Karena saya telah terlanjur mengakui jika tidak ada pembahasan yang di luar agama, maka jika ada di antara pembaca yang justru beranggapan sebaliknya, berarti mari kita berdiskusi sebelum saya hubungkan dengan senior saya. Ditunggu komentarnya.
*Penulis adalah akademisi Universitas Negeri Manado
