Oleh: Besse Rismawati
Pagi yang cerah secerah hati kami insan pembelajar. Aku datang bersama asaku untuk menebarkan dan mengobarkan panji-panji semangat juang kami para laskar guru PAUD Kolaka Utara. Para pejuang pendidikan usia dini terus mengepakkan sayap-sayap literasinya yang nyaris patah oleh realitas, semangat yang hampir padam diterpa ombak prahara kehidupan.
Dengan memaknai dan mematuhi hukum proses yang mengajarkan “Tidak ada kesuksesan dalam sehari dan kemenangan dalam semalam,” kami pun terus berproses dengan iringan doa dan harapan. Alhamdulillah, kami akhirnya bisa memulai melangkah menempuh perkuliahan sesuai dengan pekerjaan yang kami geluti saat ini sebagai guru PAUD.
Betul pesan filosofi pohon bambu yang mengatakan bahwa, “Kesuksesan tidak ditentukan oleh latar belakang seseorang, tetapi ke arah mana melangkah memaksimalkan potensi diri.” Sebagaimana dijelaskan Ibu Rosmawati, S.Pd., M.Si. dalam tulisannya yang berjudul “Bertumbuh dan Berkembang Bersama” di www.bengkelnarasi.com.
Hari ini (03/07), aku mengikuti perkuliahan sebagai mahasiswi PG-PAUD. Sebagai leaders yang dipercaya teman sekelas menjadi ketua tingkat, aku harus datang lebih awal dari yang lainnya untuk memberi contoh yang baik.
Selang waktu kemudian teman-teman datang dan langsung mendekat memperhatikan tumpukan buku yang ada di dekatku. Mereka antusias melihat dan membaca cover buku berjudul “21 Hukum Kesuksesan Sejati”.
Melihat respon teman-teman kuliah terhadap buku ini, saya teringat salah satu jingle iklan permen yang narasinya “Kesan pertama menggoda, selanjutnya terserah Anda.” Betapa judul buku ini begitu menggoda, selanjutnya jatuh cinta untuk memilikinya satu-satu.
Tidak salah buku ini menjadi buku pegangan setiap guru. Sesungguhnya tujuan pendidikan adalah bagaimana anak-anak dididik menjadi sukses di kemudian hari. Jadi, dengan buku “21 Hukum Kesuksesan Sejati” ini setiap guru bisa berproses menjadi guru sekaligus inspirator kehidupan bagi anak didiknya dalam meraih kesuksesan.
