Oleh: Hamriani

Seperti biasanya di saat waktu senggang aku membuka handphone untuk melihat beberapa aplikasi media sosial yang menyediakan berbagai informasi dan artikel terbaru, di samping membalas beberapa chat yang sempat tertunda.

Sambil menikmati menu favoritku teh hangat dan cemilan pisang yang selalu di buat oleh mama, aku mulai membuka aplikasi facebook di mana isi berandaku hanya ada iklan dan beragam promo jualan online dari beberapa teman yang lagi jatuh cinta pada bisnis online.

Aku hanya menyapa mereka dengan mengklik tanda jempol di setiap postingannya. Ada beberapa pula yang statusnya terkadang alay dan membuatku tersenyum sendiri, dan banyak lagi cerita seru lainnya. Begitulah sosial media yang sebagian orang menjadikannya sebagai wadah untuk mencurahkan hasil pikirannya, dengan menjawan pertanyaan apa yang anda pikirkan.

Saat membaca beberapa postingan, sesekali aku melihat di berandaku ada tulisan artikel dari teman-teman seprofesiku seperti ibu Besse Risma, ibu Rahmawati, dan ibu Andi Risna. Sering juga tulisan bunda Rosmawati (ibu guru andalanku waktu SMA), dan bunda Hidayah Muslhiha (MC favoritku mengajari menjadi MC dan pembicara yang baik). Bagiku, mereka semua adalah inspiratorku pembangkit semangatku.

Tulisan-tulisan artikel dan kutipannya mulai kubaca, hingga aku jatuh cinta sama goresan pena mereka. Rasa penasaranku pun muncul seketika, karena setiap tulisan dan postinganya ada sesuatu yang berbeda, yakni selalu ada link dan web-nya Bengkel Narasi (BN). Apasih BN itu? Tanyaku membatin. Apa sebuah komunitas atau istilah baru di dunia pendidikan?

Begitu banyak pertanyaan yang berkecamuk di pikiranku. Semua menjadi satu membentuk rasa ingin tahu lebih jauh apa, siapa, dan bagaimana sesungguhnya BN?

Aku pun mulai menelusuri dan bertanya ke teman-teman. Adalah ibu Besse Risma yang menjelaskan secara detail dan menjawab semua pertanyaanku yang berkaitan dengan BN.

Pucuk di cinta ulan pun tiba, bunda Hidayah Muslhiha menshare info soal webinar BN bertajuk “Kutemukan Surga di Ujung Penaku.” Saat itulah aku orang pertama yang membalas info tersebut dengan memberi jawaban bahwa aku ingin ikut gabung dengan webinar BN. Setelah itu aku terus menghitung waktu. Pandangan mataku sesekali melirik ke Jam dinding, rasanya tidak sabar lagi menantikan waktunya webinar tersebut. Bagai menunggu seorang kekasih pujaan hati yang telah lama dinantikan, namun belum dapat bersua. Serasa tiba-tiba “Ada cinta di Bengkel Narasi.”

Waktu menunjukkan pukul 18.30 WIB, aku mencoba menghubungi ibu Besse Risma menanyakan jam bukanya Zoom Meeting Webinar. Ternyata aku masih harus menunggu satu jam lagi yang terasa masih lama bagiku. Waktu pun terus bergerak, hingga akhirnya aku masuk dan bergabung. Mengisi daftar hadir dan memperkenalkan diri di kolom chat.

Setelah itu aku mulai menyimak dari awal. Subhanallah, ternyata di webinar BN ini begitu banyak yang bergabung. Peserta kebanyakan orang-orang hebat dari lintas profisi, suku , dan agama. Bagai mimpi rasanya sudah bisa melihat langsung bapak Ruslan Ismail Mage yang biasa disapa RIM meski secara Virtual. RIM sebuah nama yang selalu terngiang di telingaku, nama yang hanya sering saya baca di postingan teman teman di sosial media. Kini saya bisa melihat dan berinteraksi dalam jaringan Bengkel Narasi.

Ternyata BN adalah wadah para penulis dan orang-orang pembelajar, sebagaimana di tuturkan oleh Bang RIM dalam webinar itu. Semoga saya bisa menjadi bagian dari para penulis, karena di ujung penanya ada surga seperti kutipan kalimat inspiratif Bang RIM. Begitulah aku mulai menemukan cinta menulis di Bengkel Narasi (BN).

(Visited 80 times, 1 visits today)
One thought on “Ada Cinta di Bengkel Narasi”
  1. Luar biasa tulisannya, ungkapan rasa yg lagi jatuh cinta nih bunda hebatku… Saya salut dan terharu campur bahagia dgn tulisan ini. Goresan pena yg pertama adalah langkah pertama menuju dunia keabadian di universitas kehidupan… Kutemukan cinta dan sahabat di komunitas BN.. Sukses selalu yaa ( Hidaya Mushlihah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.