Oleh: Sesbania grandiflora

Basis ilmu pengetahuan diyakini memang luas dan menyasar semua sisi kehidupan. Jangkauan ilmu melampaui akal manusia dan tak mampu ditelusuri kedalaman hakikatnya. Oleh karena itu para ilmuan mengklasifikasinya kedalam berbagai golongan agar lebih memudahkan pencari ilmu untuk mempelajarinya. Pembahasan ilmiah dan keragaman istilahnya senantiasa dipelajari secara berkesinambungan, baik dibangku sekolah formal hingga penderasan ilmu pada lembaga pendidikan non formal atau pada forum studi penelitian hingga perguruan tinggi.

Data empiris membuktikan bahwa seseorang yang telah menjalani jenjang pendidikan atau menyelesaikan sekolah pada berbagai tingkatan akan dianugerahi sebuah surat tanda tamat belajar. Namun pandangan filosofis seorang Rocky Gerung menyatakan bahwa selembar ijazah yang diterima seseorang bukan pertanda ia pernah berpikir, tapi ijazah tersebut hanya menyatakan bahwa ia pernah bersekolah walaupun ijazahnya itu palsu. Terlepas dari dialektika ini bahwa sesungguhnya, hanya dengan bersekolah- menuntut ilmu nasib suatu kaum akan berpotensi bisa berubah untuk maju dan berdaya saing memiliki peluang untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Tahapan dalam menuntut ilmu dan pengetahuan tentunya berbeda jalannya bagi setiap manusia. Sejarah awal penulis memutuskan aliran pada bidang pertanian sebenarnya hanya tersesat dalam pilihan program studi agronomi. Harapan realistis penulis adalah untuk mempelajari ilmu tentang astronomi yang merupakan sains klasik yang paling lama, paling banyak dikembangkan, dan paling dihargai di zamannya. Ilmu tentang astronomi berawal dari peradaban bangsa Yunani yang mengkaji cakrawala langit, fenomena bintang atau planet di angkasa sampai relasi pergantian siang dan malam di bumi dengan revolusi matahari maupun rotasi bulan.

Ilmu astronomi berkembang lebih jauh kepada bangsa Persia, India dan di dunia Islam hingga membangun observatorium untuk pengamatan benda langit. Sains astronomi yang paling mutakhir oleh kaum astronom muslim menyebutnya sebagai ilmu falak yang memiliki metode hisab dan rukyat dalam menentukan awal/akhir setiap bulan hijriyah, waktu ibadah fardhu, arah kiblat maupun melakukan observasi terhadap peredaran dan pergerakan benda langit lainnya termasuk penentuan waktu gerhana matahari dan bulan.

Sains astronomi yang berpijak di langit dalam rumpun ilmu fisika, berbeda dengan ilmu agronomi yang merupakan rumpun ilmu hayat yang mempelajari tentang budidaya tanaman pertanian di pelataran bumi yang didalamnya meliputi konteks tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan. Materi agronomi membahas penyelenggaraan teknis tanaman yang dimulai dari teknologi benih, menghitung populasi tanaman, rumus jarak tanam, formulasi pemupukan, dan analisis kesuburan tanah, jenis unsur hara serta reaksi pH tanah. Spektrum agronomi juga mencakup ilmu proteksi tanaman dari organisme pengganggu tumbuhan, agensi hayati, predatori dan bahan aktif pestisida sebagai pengendali kimia beracun yang berdampak resisten atau resurjensi terhadap OPT sasaran.

Program studi ilmu agronomi lebih luas lagi membicarakan tentang mekanisasi pertanian, teknik pengairan dan berbagai macam jenis irigasi untuk tanaman. Ilmu ukur wilayah sebagai bagian dasar pada perencanaan pembangunan kebun dalam skala besar, pengelolaan usaha pertanian dan penyuluhan. Ilmu klimatologi juga menjadi bagian pembahasan dalam agronomi khususnya teori musim dan pengenalan unsur- unsur cuaca serta operasional stasiun pengamatan atau alat pengukur curah hujan, suhu, radiasi matahari, kelembapan udara, kecepatan angin, dan evapotranspirasi termasuk konservasi lahan pertanian menjadi bagian penting didalam mengkaji agronomi secara luas.

Namun demikian, ilmu agronomi yang mempertemukan empat orang sahabat anak cucu nabi Adam yang tanpa diduga dan direkayasa, ketika melakukan perjalanan rantau mengadu nasib menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Teknologi Pertanian Negeri Sidrap antara tahun 1990-1993. Tersebutlah saudara
Aris yang beretnis Toraja dengan style yang lugas, moderat dan sangat familiar didalam menjalani pendidikan pertanian selama tiga tahun bersama di Ciro-CiroE.

Sahabat agronomi lain yang terbiasa dipanggil Ino, profilnya sangat humble dan kalem namun merupakan siswa berprestasi peraih beasiswa supersemar di zaman pembinaan Bapak Tatang Sastrawijaya. Berbeda dengan Nasri yang notabene seorang perempuan tulen yang sedari awal dianggapnya seorang lelaki perjaka dan gagah. Sifat kemajemukan dan perbedaan latar belakang primordial, semuanya tetap dalam bingkai persatuan pada jurusan agronomi.

Aliansi Aris, Sesbania, Ino dan Nasri yang dijuluki Agronomi ASIN sudah membangun persahabatan sejak dalam masa orientasi lingkungan sekolah, diskusi atau pembelajaran dalam kelas, studi tour, praktek lapang, dan pramuka maupun kegiatan ekstra kurikuler lainnya, hingga saat ini tetap intens berkomunikasi antar personal. Pengalaman belajar pada satuan pelajaran dasar- dasar budidaya tanaman yang diampu oleh Ibu Sukarti sejak semester satu sebagai pijakan awal didalam menjalani masa pendidikan pertanian yang sarat dengan mekanisme atau cara menumbuhkan, melindungi, memelihara, dan mengatur tanaman budidaya. Metode perbanyakan tanaman secara vegetatif antara lain cangkok, okulasi, grafting, dan layering menjadi bahan praktek sehari-hari di lapangan.

Kemudian basic ilmu budidaya dan perlindungan tanaman baik komoditas pangan, hortikultura dan perkebunan diasuh oleh Bapak Saiful Uyun, Triasmono, Darmazi, Edi Junaedi dan Edi Mulyadi sebagai pengajar inti dari ilmu agronomi di Ciro-CiroE masing-masing empat hingga delapan kredit per semester. Terkait bidang studi alat dan mesin budidaya pertanian digawangi oleh Bapak Muhammad Ali, Abd Kahar dan Pak Manna yang mengajarkan tentang teknik olah tanah mekanis, operasional dan pemeliharaan jenis-jenis alat mesin pertanian. Pola pembajakan lahan kering dan lahan basah menjadi menu praktek lapang dalam dua semester.

Sedangkan pengantar ilmu pertanian dan kesuburan tanah sekaligus penyuluhan pertanian dibackup oleh Bapak Suyat. Pelajaran kejuruan yang lain seperti ilmu ukur wilayah dipandu oleh guru Alius Noviar, dan Bapak Sudarwis melengkapi pelajaran agronomi mengalirkan mata pelajaran irigasi pertanian, pengenalan bangunan air, dan jenis jaringan irigasi. Pengelolaan Usaha Pertanian yang disingkat PUP diasuh oleh Ibu Rosyaningsih dan Muhammad Tahir dengan materi yang sangat pelik karena terkait keseimbangan neraca penerimaan- pengeluaran, dan saldo, perhitungan kelayakan atau analisa usahatani dengan variabel R/C dan B/C ratio, bunga modal, investasi, hingga kalkulasi kapital secara keseluruhan.

Persekutuan four triad ASIN didalam program studi agronomi ternyata dikemudian hari bergelut terhadap profesi pertanian yang dijalani saat ini. Pekerjaannya sangat linear dengan ilmu yang diperoleh ketika masa sekolah pertanian di Sidrap lebih tiga dasawarsa silam. Ia semua telah menyandang status Aparatur Sipil Negara di tanah pengabdian dan di perantauan masing-masing. Kawan Aris selaku ASN struktural bidang tanaman pangan pada Dinas TPHBun di Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat Daya sejak tahun 1995.

Sementara Sesbania (penulis sendiri) malang melintang pada afiliasi swasta dan proyek subsektor perkebunan sejak tahun 1994 yang dimulai dari Ujung Pandang, Sidrap, Pinrang dan Luwu, hingga di Pulau Bali tahun 2001. Pada tahun 2002 sampai sekarang, kembali ke kampung lahir dan bertugas di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barru.
Sejak awal, penulis berkonsentrasi terhadap kegiatan pengembangan sumberdaya genetik pertanian, dunia perbenihan, produktivitas dan produksi tanaman pangan.

Demikian halnya dengan kerabat Ino, pada awalnya bergabung di korporasi perkebunan PT. Nittoh Malino Teh sejak tahun 1999- 2007. Namun tahun 2008 hingga sekarang, Bung Ino bertransformasi menjadi ASN Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan dalam job Kepala Perlindungan Hutan dan Pemberdayaan Masyarakat di UPTD KPH Bila. Pada sektor kehutanan, Ino berperan sebagai perawat hutan perawan yang senantiasa bertugas memberi perlindungan dan pengamanan hutan. Terhadap Ibu Nasri yang tetap konsisten pada jalur pekerjaan sebagai staf dan fungsional Petugas POPT di Instalasi Pengamatan, Peramalan dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (IP3OPT)
Wilayah V Pinrang sejak tahun 1994 sampai sekarang.

Kini kuartet Aris, Sesbania, Ino dan Nasri mulai beranjak tua dan telah berkiprah sejak usia remaja hingga dewasa di sektor pertanian/kehutanan pada wilayah birokrasi pemerintahan daerah masing-masing senantiasa tetap menjaga relasi baik ini sepanjang hayat. Pengabdian dan kiprah guru yang telah membina murid dari berbagai latar belakang sekaligus membekali ilmu agronomi ternyata dikemudian hari menjadi obor penerang didalam menentukan masa depan muridnya. Nuansa harmoni antara guru dan murid tak akan dipengaruhi oleh zaman sepanjang jalinan komunikasi dan silaturrahim terus berlangsung tanpa syarat tanpa batas.

Power struktur skuad ASIN yakni Aris, Sesbania, Ino, Nasri tetap berasal dan bertumbuh dari akar yang sama, dilahirkan dari rahim lembaga pendidikan yang serupa yakni, SMT Pertanian Negeri Sidrap. Kita belajar dari sumber ilmu-guru dan sistem kurikulum yang sama dan menyatu dalam ruang kelas yang seatap serta bermukim di dalam kawasan pondok yang sama. Seragam putih abu-abu yang sama membalut raga dan mewarnai hari-hari belajar ke sekolah dengan berjalan kaki di kampung Ciro-CiroE. Bahkan menu lauk-pauknya pun sama seperti nasi, ketela goreng, ikan kering, peco labambang, dan nasu lenrong menghiasi bahan konsumsi setiap hari, hingga memperoleh surat tanda tamat belajar atau ijazah yang sama, tertanggal yang sama 29 Mei 1993, dan ditandatangani oleh kepala sekolah yang sama Ir. Muhammad Basri Padapi dengan pilihan program studi yang sama yaitu ilmu AGRONOMI.

Sungguh hebat disiplin ilmu agronomi yang mempertautkan empat orang sahabat sejati dan tetap membina kekerabatan hingga kini. Dengan agronomi mereka merawat, menjaga, melindungi dan mengamankan sumber kehidupan yaitu ekosistem bahan pangan secara luas. Teknis budidaya tanaman modern sekalipun utamanya pemberdayaan petani tak lepas dari sentuhan sains agronomi. Panggung agronomi telah menciptakan ranah yang berkelanjutan walaupun tak asing didalam setiap penyelenggaraannya memerlukan aktor yang bernazab ASIN (Aris, Sesbania, Ino, Nasri) atau pelaku lain yang kompeten, namun pada hakikatnya kehidupan manusia di bumi akan terus berhadapan dan tak lepas dari ilmu agronomi dan penulis pun tidak tersesat lagi dalam pilihan mazhab AGRONOMI..

*Warga Ikasemtani yang pernah bermukim di kawasan Pondok Bumi Janda, tahun 1990-1993

(Visited 89 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.