Oleh : Tri YaniJumat 25 April 2026,

Semilir angin menyapa wajah membawa pesan, “Komunitas menulis hendak berkumpul merayakan lima tahun berdirinya Bengkel Narasi Indonesia di Taman Literasi Kolaka Utara”.

Seketika terbayang canda tawa dan senyum kebersamaan teman-teman hebatku yang tergabung dalam komunitas ini. Ingin rasanya terbang melebur menjadi satu dengan mereka, namun di saat bersamaan ada kegiatan lain yang tidak bisa kutinggal.

Sesungguhnya kegiatan ini yang sudah lama kuimpikan bertemu dengan sahabat senapas dalam gerakan membumikan literasi di kotaku Kolaka Utara. Karena tidak bisa hadir, saya mencoba mereview jejak-jejak literasi yang sudah ditorehkan Bengkel Narasi di kotaku beberapa waktu lalu.

Sebuah kenangan indah terlintas seindah alam bumi kakao. Kenangan yang terukir dalam dinding jiwaku yang sesekali terbesit melintas laksana pelangi di cakrawala. Kaya warna kebersamaan, penuh senyum bahagia, dihiasi canda menyehatkan antar anggota komunitas.

Benar kata orang bijak, setiap perjalanan besar selalu dimulai dari satu langkah kecil dan satu visi yang jernih. Lima tahun lalu, melalui pemikiran dan tangan dingin sang penggerak jiwa Bapak Ruslan Ismail Mage yang kami sapa Bang RIM, Bengkel Narasi Indonesia berdiri. Kolaka Utara salah satu kota yang dipilih menjadi basis pergerakanya.

Bang RIM datang ke Kolaka Utara tidak hanya mencetuskan sebuah nama, tetapi juga menanamkan sebuah nilai bahwa, “Narasi haruslah menjadi alat untuk merekatkan, bukan memisahkan”.

Lima tahun sudah nilai itu tetap utuh mempersatukan jiwa kami tanpa batas tanpa syarat. Merayakan Lima tahun Bengkel Narasi, kita tidak hanya merayakan angka.

Sejatinya kita merayakan keteguhan hati Bang RIM dalam menjaga nyala api literasi dan komunikasi di bumi Kolaka Utara. Lima tahun kita merawat silaturahmi, menjaga warisan gagasan yang beliau titipkan, dan memastikan bahwa setiap suara di sini tetap memiliki ruang untuk bertumbuh.

Terima kasih Bang RIM, telah menjadi titik mula dari ribuan cerita yang kita rajut bersama.

Selamat Bengkel Narasi Indonesia, jaya Bengkel Narasi Kolaka Utara, dan kepada penerima Award Bengkel Narasi teruslah berkarya untuk mengispirasi kehidupan.

Terakhir, genggam terus tanganku, lalu bingkai jiwaku dalam silaturahim, karena menurut Bang RIM, “Kekayaan dan kebahagiaan sesungguhnya adalah silaturahim”.

Mari kita terus merawat rasa untuk melanjutkan ada.

(Visited 18 times, 18 visits today)
Avatar photo

By Inspirasi Daerah

Inspirasi Daerah memuat narasi pemerintahan daerah seluruh Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.