Oleh A.Satia

Suasana sore yang sejuk menuntun langkah kami menuju jembatan pelangi. Suatu tempat bersantai melepas penat yang memanjakan mata dengan cat warni-warni jembatan laksana pelangi di cakrawala. Sungguh tempat yang indah untuk bersenda gurau dengan teman-teman sambil foto selfi.

Hati kami sejuk merasakan kedamaian, jiwa kami damai menikmati irama alam dengan gemercik gemuruh ombak yang saling berkejaran di bibir pantai, diselingi dengan kemerduan kicauan burung dan hembusan angin sepoi sesekali menerpa wajah. Suasana alam yang begitu bersahabat membuat kami
berat untuk melangkah menjauh dari tempat tersebut.

Senja pun bergeser di peraduannya dan sang malam mulai mengintip memberi sentuhan dingin. Kami pun mulai beranjak dari tempat itu untuk balik ke rumah masing-masing. Bersama ibu Besse Risma, ibu Rahmawati dan ibu Andi Dahlia. Semoga teman-teman selamat sampai di tujuan. Inilah hari-hari indah penuh kebersamaan.

Momen seperti inilah yang kami selalu dambakan di saat kami ngumpul bersama dengan teman-teman mengukir cerita indah, sambil selfi bersama untuk selalu di kenang. Momen indah itu terjadi tepatnya pada hari Kamis 13 mei 2021 lalu.

Kalau kemudian saya baru menulisnya, itu karena sudah satu bulan terakhir ini sudah terjangkit virus menulis Bengkel Narasi (BN) yang ditularkan sahabat-sahabat pembelajar yang sudah lebih awal bergabung dengan BN. Sesungguhnya ada seribu tanya yang selalu bergejolak dalam hatiku selama ini, mampukah saya bergabung di BN dengan secuil ilmu yang saya miliki ini? Saya benar-benar terobsesi ingin bergabung di BN, hingga rasa rindu melanda jiwaku melahirkan tulisan sebagaimana teman-teman yang lain.

Alhamdulillah, kesabaranku memupuk rindu untuk bergabung dengan manusia-manusia pembelajar rendah hati di BN akhirnya terwujud. Hal ini ditandai dengan lolosnya tulisan perdanaku ini di muat di media online milik BN www.bengkelnarasi.com. Sebagai rasa bahagiaku, izinkan saya mempersembahkan satu pantun untuk sahabat-sahabat pembelajarku, “Merajut rangkaian cerita di Bengkel Narasi, karya gemilang karya yang baik. Dapat bergabung di Bengkel Narasi, Semoga diriku tersambut baik”

(Visited 421 times, 1 visits today)
8 thoughts on “Aku Terobsesi Bersamamu”
  1. Semoga petualangan pertamanya ini memberi semangat baru pada setiap pembaca begitupun terhadap sang penulis untuk menepak Karya selanjutnya .ini menurutku sangat luar biasa semoga menjadi inspirasi buat kita semua.Amin

  2. Suatu rangkaian kata-kata yang sangat indah dan menyejukkan hati.Semoga ke depannya penulis bisa membuat narasi yang lebih banyak lagi.

  3. Rangakaian kata demi kata yang sangat indah membuat hati sejuk ikut merasakan kedamaian seperti sepenggal tulisan sang penulis👌👍 sukseski selalu puang…teruslah berkarya😘💪

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.