Oleh: Iyan Apt

Saya ingat waktu itu di bulan September 2021. Setelah Bengkel Narasi mulai mandiri dengan karya-karya tulis anggotanya, Bapak Ruslan Ismail Mage—akrab dipanggil Bang RIM—menghubungi saya.

Intinya, Bang RIM menyatakan keinginan membangun rumah jiwa di angkasa untuk menghimpun siswa SD, SMP, SMA/SMK/sederajat, dan adik-adik santri se-nusantara dengan menyiapkan panggung bagi mereka yang ingin belajar menulis. Maka, hanya dalam hitungan beberapa hari—tepatnya 14 September 2021—website menulis Pena Anak Indonesia (PAI) pun dirilis.

Saya sepakat dengan Bang RIM, PAI adalah upaya sederhana kami untuk menyalakan lilin-lilin kecil dalam jiwa anak-anak negeri. Besar harapan agar lilin-lilin tersebut akan terus menerangi jiwa, membesar menjadi nyala api, semangatnya menjadi obor penerang lingkungan, dan terus berproses meraksasa menjadi matahari yang menyinari nusantara. Ketika kami tak sanggup lagi menulis, adik-adik PAI-lah yang akan melanjutkan tongkat estafet literasi.

Mendapat amanah sebagai salah satu penyunting buku bunga rampai PAI Watansoppeng ini menjadi sebuah pengalaman yang sangat berkesan. Tidak ada istilah selesai dalam belajar. Pun dalam menyunting naskah buku ini. Saya mendapatkan sejumlah pelajaran berharga dalam kepenulisan dan penyuntingan naskah.

Luar biasa, anak-anak ini punya potensi menulis yang besar. Di sini, saya menemukan sejumlah kosa kata baru. Di luar dugaan, sejumlah cerpen ditulis dengan cara yang asyik ala generasi Z.

Pena Anak Indonesia untuk Bumi Latemmamala

Mengantarkan isi buku bunga rampai ini, saya pikir ada beberapa hal yang sepertinya perlu kita pahami dan sepakati bersama.

Pertama, anggaplah buku ini ditulis oleh anak-anak yang baru belajar merangkai kata. Faktanya, sejumlah tulisan akan membuat Anda takjub. Bahkan, penulis profesional pun belum tentu terpikir untuk menulis seperti itu.

Kedua, baca dan nikmati hidangan literasi dalam buku ini tanpa harus membuat penilaian. Temanya dominan tentang cinta, memang inilah masanya mereka. Tokoh dan penokohannya tidak jauh dari keseharian mereka sebagai pelajar, memang inilah yang paling mudah untuk ditulis. Plot/alur yang relatif sederhana atau cepat, memang perlu jam terbang untuk mengembangkan dan membuatnya lebih menarik. Latar/setting sekitar sekolah, kegiatan OSIS dan pramuka, atau hang out di cafe, itulah keseharian mereka. Gaya bahasa gaulnya tentu sudah tidak asing bagi mereka. Apa pun tulisan yang disajikan, ini adalah awal yang sangat bagus untuk penulis pemula, bukan?

Ketiga, ini yang perlu saya tekankan. Ide tulisan seputar jatuh cinta, penolakan cinta, putus cinta, dan kondisi insecure lainnya ternyata sangat dominan. “Drama” pun semakin menjadi ketika hampir semua tokoh laki-laki digambarkan sempurna dan bargaining position tokoh perempuan selalu lemah. Ini yang perlu diluruskan, bukan menjadi pembenaran.

Kebahagiaan tidak pernah datang dari luar diri kita. Seorang laki-laki bahagia sebab cinta datang dari dirinya. Seorang perempuan bahagia sebab cinta datang dari dirinya.

Kebahagiaan hanya dapat keluar dari dalam diri kita dan hasilnya adalah cinta. Kita bertanggung jawab atas kebahagiaan diir kita. Kita tidak akan pernah bisa membuat seseorang bertanggung jawab atas kebahagiaan kita.
Itulah kesalahan terbesar yang kita buat dari awal. Meletakkan kebahagiaan kita pada pasangan. Ini tidak akan pernah berhasil. Kita bersumpah atas apa yang tidak bisa kita pegang. Faktanya, kita mendesain diri kita untuk gagal.
Cinta harus tetap di jalur cinta, bukan di jalur ketakutan. Cinta selalu baik. Ketakutan selalu tidak baik. Cinta tidak bersyarat. Ketakutan penuh persyaratan.

Di jalur cinta, tidak ada jika; tidak ada kondisi. Saya mencintai Anda tanpa alasan, tanpa pembenaran. Saya mencintai Anda dengan cara Anda, dan Anda bebas untuk menjadi diri Anda. Jika saya tidak suka cara Anda, maka akan lebih baik saya bersama seseorang yang saya ingin dia menjadi seperti dirinya.

Kita tidak memiliki hak untuk mengubah orang lain. Sebaliknya, tidak ada orang lain yang memiliki hak untuk mengubah kita. Jika kita akan berubah, itu karena kita ingin berubah, karena kita tidak ingin menderita lebih lama lagi.
Hubungan adalah seni. Dua mimpi menjadikan hal yang sangat sulit untuk bisa saling mengerti satu sama lain. Untuk menjaga Anda berdua bahagia, Anda harus tetap setengah sempurna. Anda bertanggung jawab untuk setengah bagian atas diri Anda.

Setengah bagian diri Anda memiliki sejumlah sampah. Ingat, sampah Anda adalah sampah Anda. Orang yang harus berurusan dengan sampah Anda adalah Anda, bukan pasangan Anda.

Jika pasangan Anda mencoba untuk membersihkan sampah Anda, dia akan berakhir dengan kekecewaan. Kita harus belajar untuk tidak menempatkan sampah pikiran kita di mana tidak ada yang menginginkannya.

Hati Anda tak ubahnya seperti “dapur ajaib” di mana semua makanan yang Anda dan orang-orang inginkan selalu tersedia. Jika Anda membuka hati, Anda sudah mempunyai seluruh cinta yang Anda butuhkan. Anda tidak perlu berkeliling dunia hanya untuk memohon cinta. “Ayolah, cintailah aku. Aku kesepian. Aku tidak cukup baik untuk cinta. Aku butuh seseorang untuk mencintaiku, untuk membuktikan bahwa aku berharga untuk cinta.”

Kita mempunyai cinta, di sini, di dalam hati kita. Tetapi, kita tidak melihatnya.

Kita begitu ketakutan untuk mencintai karena merasa tidak aman untuk mencintai. Ketakutan atas penolakan sebegitu besarnya. Kita harus berpura-pura menjadi yang bukan diri kita. Kita mencoba untuk merasa diterima oleh pasangan kita ketika kita tidak menerima diri kita sendiri. Tetapi, masalahnya bukan pasangan yang menolak diri kita. Masalahnya, kita yang menolak diri kita sendiri. Kita merasa tidak cukup baik dan sayangnya itulah yang kita percayai.

Baiklah, sepertinya Anda sudah siap untuk mulai membaca isi buku ini, kan? Selamat menikmati! []

(Visited 149 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Abah Iyan

Sosiopreneur, Writerpreneur & Book Publisher

2 thoughts on “Prolog Buku “Pena Anak Indonesia untuk Bumi Latemmamala””

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.