Keripik Cumlaude
Tuhan tidak pernah tidur. Kesabarannya berdamai dengan ketidakmampuan ekonomi orang tuanya, keikhlasannya menjalani hidup sebagai mahasiswa yang hari-harinya makan nasi hanya ditemani keripik, dibayar langsung tunai oleh Allah Swt.
Menulis sambil memeluk kemanusiaan. Menulis sambil mengurus kehidupan. Menulis sambil berbagi.
Tuhan tidak pernah tidur. Kesabarannya berdamai dengan ketidakmampuan ekonomi orang tuanya, keikhlasannya menjalani hidup sebagai mahasiswa yang hari-harinya makan nasi hanya ditemani keripik, dibayar langsung tunai oleh Allah Swt.
Terlebih saya meyakini kalau politik itu adalah “pertarungan gagasan”. Jadi, saya memilih memberi kontribusi gagasan atau pikiran untuk pembangunan demokrasi bangsa.
Setelah berjalan keluar beberapa langkah menuju sungai ditemani pelayannya, We Cudaiq menengok ke istana dan melihat dikamarnya ada cahaya berkilau.
Karena itu, untuk melihat langsung kecantikan wajah We Cudaiq, Sawerigading memutuskan untuk menyamar menjadi seorang pedagang berkulit hitam pekat.
Entah setiap mendengar dan menulis kata IBU dan AYAH, pancaindraku selalu bergetar dan penaku terguncang.
Saya meminta Ibu Irmayanti untuk membuka halaman pertama buku itu. Jelas terlihat perempuan hebat, tokoh tangguh, dan visioner yang saya maksud.
Sementara pertempuran ketujuh menghadapi armada Settia Bonga Lompeng Ri Jawa, yang sudah tiga tahun bertunangan dengan We Cudaiq yang hendak disunting Sawerigading.
Dengan memperbaiki posisi duduknya, dia mulai merekontruksi ulang memori untuk mengingat perjalanan cintanya yang berliku.
meluluhlantakkan hati sang putra mahkota pangeran tampan nan romantis, Sawerigading?
Adalah vulgar dan kontroversi beliau dalam memuntahkan kegelisahan menjadi aesthetic tersendiri dalam setiap goresan tintanya.