Pelabuhan Kobe

Terisi walaupun jauh dari kata penuh

Terjaga walaupun masih jauh dari kata kantuk

Tertawa walaupun masih ada duka

Tersenyum untuk mengusir lara

Tercinta untuk semua yang selalu bersama

Terindah untuk semua memori yang pernah singgah

Terima kasih kala jiwa dan hati hanya untuk Nya

Terpesona untuk semua karya cipta

Terkirim shalawat dan salam untuk sang Baginda tercinta

Teruntuknya semoga  kita bersyukur atas semua apa yang ada

Terakhirnya hanya pada Tuhan Semesta kita menjadi hamba dan akan kembali pada Nya

(Visited 9 times, 1 visits today)
One thought on “Maghrib Itu”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *