Takdir yang harus diterima

 Hari ini Senin 26 Juli 2021 kejadian yang sangat membuat saya mengambil pelajaran yang menjadi saksi bisu dan nyata di dunia ini,yang harus dijadikan pelajaran untuk kita sebagai umat manusia yang berilmu dan bisa menjadi bahan bacaan untuk kita semuanya.

Di malam hari malam acara Khatam Al-Qur’an yang dirangkaikan dengan malam mappacci dan pengajian oleh majelis Taklim berlangsung di rumah pesta tiba tiba terdengar informasi yang tidak ingin kami dengar dimalam ini karena kami sedang berbahagia tapi apa boleh buat itu adalah takdir yang tidak bisa dihindari.

Berita dari keluarga besar di Desa Lambuno yang kami anggap sebagai orang tua dan sebagai tokoh masyarakat tiba-tiba dikabarkan meninggal dunia perjalanan pulang dari Kendari sehingga kami pun sebagai anak atau au tetangga merasa kehilangan dengan berita ini kami merasa dibenturkan pada dua kenyataan yang berbeda antara kebahagiaan dan kesedihan dan kami pun membuat kesepakatan dengan pemerintah setempat diantara dua kegiatan ini manakah yang harus kami dahulukan karena sama-sama penting dan tidak ada yang bisa diabaikan.

Dan kamipun menyepakati bersama pemerintah setempat bahwa keluarga yang berduka akan menunggu keluarganya yang belum datang sehingga pemakamannya ditunda sampai menjelang ba’da ashar, maka pernikahan dipercepat di pagi hari karena kami akan melayat di rumah duka.

Pagi hari ini ini pernikahan pun dilaksanakan pada pukul jam 10 00 WITA sampai selesai.

Acara resepsi pernikahan digelar di malam hari sehingga kegiatan pemakaman bisa diatur setelah pernikahan di tempat kami.

Setelah acara pernikahan kami pun kembali ke rumah duka untuk melanjutkan sesi pemakaman setelah keluarga yang ditunggu tiba di tempat atau di rumah duka dan tepat pukul 2  siang hari sesi pemakaman pun dilaksanakan dengan wajah sedih selesai pemakaman kami berkumpul kembali di rumah pesta untuk melanjutkan acara resepsi pernikahan di malam hari.

Di dua kejadian ini dalam waktu yang bersamaan kami sebagai umat manusia mariĀ  mengambil hikmah dari masing masing untuk kami jadikan guru yang nyata di alam semesta ini.

Kolut,.26 Juli 2021

(Visited 36 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.