Diambil di Gedung Polda Metro Jaya

Ada banyak orang yang merasa dirinya hebat, merasa dirinya lebih tinggi dibanding orang lain, merasa dirinya paling tahu, merasa punya keluarga, teman, dan kolega, yang ketika berhadapan dengan persoalan hukum, semua akan mudah terkoordinasikan. Katanya..!! Bahkan ada yang merasa dirinya kebal hukum.

Banyak pula orang-orang, ketika telah berhadapan dengan hukum. Menyesal atas perbuatannya, menangis sejadi-jadinya, minta maaf, serta bertaubat. Bahkan ada pula yang menghalalkan segala cara untuk terbebas dari segala tuntutan hukum.

Kami telah banyak menyaksikan keadaan itu.

“Kalau sudah berhadapan hukum, kita susah untuk berfikir baik” Kata seorang senior

Susah tidur, kemana-mana tak nyaman, makan tak tenang, hidup tak bahagia, gelisah galau merana.

Itulah kenapa. Kesadaran hukum itu sangat perlu dibangun dan dimiliki setiap orang.

Itulah kenapa. Hukum hadir untuk memberi proteksi kehati-hatian dan atau tanda awas dalam bertindak.

Sebagai negara hukum, dan sebagai daerah yang berharap bisa menuju masyarakat yang madani. Dibutuhkan kesadaran untuk berfikir, bahwa hukum hadir bukan untuk menghakimi. Segala hal tidak harus diselesaikan dengan terhukumnnya seseorang.

Saya termasuk orang yang sepaham dengan hal tersebut. Karena pada akhirnya akan merugikan semua pihak. Seperti quotes yang selalu kita dengar “Menang akan menjadi arang dan kalah akan menjadi api”.

Darurat kesadaran hukum, semakin meruntuhkan nilai-nilai tatanan sosial yang terbangun sejak lama. Nilai kearifan lokal terus terkeruk oleh hal yang katanya khilaf.

Aduhhh,. Ada baiknya kita sama-sama saling introspeksi diri, mungkin disana ada kebencian yang tertanam dihati, dan semua itu yang menjadi pemicu lahirnya suatu tindakan merugikan orang lain.

#AH

(Visited 35 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.