Oleh : Salawati Amin

Kadang benci
Terkadang sayang
Kadang rindu
Terkadang menjauh
Rasanya membingungkan

Mereka datang silih berganti
Walau terkadang sebabnya tak kupahami
Bisa menjadi penyebab dan sering pula menjadi akibat yang kadang tak masuk akal

Jika nalar sesuai pada takaran
Rasa pun akan mudah terkendali
Namun terkadang jiwa tak mampu menalar, hingga semua menjadi tak terkendali

Kuingin diam tapi rasanya sulit
Kuingin sabar tapi rasanya berat
Hingga amarah menguasai hati
Hingga pikiran tak terkendali
Hingga perilaku di luar batas

Menghasut teman yang tak paham
Memfitnah kawan yang awam
Demi sebuah pembenaran diri
Demi sebuah kehormatan yang kau anggap sebagai bentuk penegakan harga diri

Lalu etika kau dangkalkan
Lalu norma tak kau hiraukan
Lalu rasa persaudaraan kau hilangkan
Menghapus semua ilmu kebenaran yang dulu kita dapatkan

Jika aku boleh meminta
Sudilah kau berhenti sejenak
Berteduh dan merenungi perjalananmu
Kemana arah yang akan kau tuju?

Watansoppeng, 6 Februari 2022

(Visited 84 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.