Oleh: Gusnawati Lukman
Kala pertahanan diri sudah bobol. Kala diri sudah menyerah. Pada hujan rindu kuceritakan tentangmu.
Pada senja kuserahkan kenangan kita. Biarkan senja meramunya menjadi cerita indah tentangmu. Kala diri sudah terbuang jauh. Kala diri tidak berarti apa-apa lagi. Semua cerita tentangmu masih utuh. Belum bisa bergeming. Belum bisa beranjak pergi.
Laraku tidak ada yang peduli. Cerita rinduku begitu indah. Namun hanya untuk diriku. Bulir bening jatuh di sudut netra. Perlahan kuusap dengan jemari pucatku. Semakin deras,hingga aku membiarkannya saja.Tidak berdaya
Ah…cerita tentangmu belum usai. Penaku masih setia menggoreskan kisah kita. Mimpi indah kemarin sudah hampir hilang. Pada kelelawar yang terbang disenja itu. Ingin diri menitip rindu. Berbisik lembut pada angin sepoi-sepoi yang membelaiku.
Aku tersentak. Kaget. Mengapa bayang dirimu yang selalu muncul. Tapi sudahlah. Semuanya hanya fatamorgana.
Watansoppeng, 8 Maret 2022

Kenangan indah tidak akan pernah sirnah dalam ingatan ,dia akan tetap abadi bersemayang di dasar kalbu ,membuat kita selalu terkenang & merindukannya setiap saat, ,rindu dan kenangan adalah satu rasa yg selalu berkecamuk merongrong jiwa yg resah ,membuat kita tak berdaya