Surabaya – Lantunan merdu Biduanita Kapal Dharma Kencana tujuh memecah keheningan sekaligus penghibur lara bagi penumpang, kala berlayar melintasi laut lepas jurusan Makassar menuju Surabaya. Sabtu, 14 Mei 2022.
Terkantuk-kantuk namun mata tak jua mengatup lantaran kelehan mondar-mandir mencari kamar kelas I hingga Kelas VIP Dharma Kencana yang rupanya sold out. Meski kecewa, gagal merasakan kenyamanan kamar, kelas ekonomi pun menjadi opsi kedua.
Kapal yang terkenal dengan kemewahan kamar kelas seperti hotel bintang lima ini menjadi primadona tersendiri, sekaligus mengundang penasaran, lantaran viral di jagad maya.
Penasaran itu sirna seketika. Hal ini lantaran membludaknya penumpang yang ingin menjajal kemahsyuran Kapal Dharma Kencana VII membelah laut nusantara dari Sulawesi Selatan menuju Surabaya Provinsi Jawa Timur.
Sejauh mata memandang nyaris tak ada ruang kosong dari serbuan penumpang ratusan jumlahnya. Jumlah penumpang kapalnya melebihi kapasitas kamar yang tersedia. Tak kurang ratusan santriwan santriwati yang akan mondok ke pesantren Temboro di Jawa Timur, sehingga kapal sarat akan muatan penumpang, belum lagi truk muatan.
“Tidak biasanya begini pak, barusan ini kapal penumpang sampai muntah-muntah karena banyaknya anak santri yang mau mondok,” kata salah satu penumpang kapal.
Semua dek kapal terisi penuh penumpang serta barang bawaan. Mulai dari ruang lobby, ruang restoran, hingga musholla penuh sesak penumpang. Memang, dari pembicaraan kalangan penumpang, Kapal ini penuh dikarenakan selesainya masa liburan adik-adik dari sebuah Pondok Pesantren di Magetan yang penasaran akan kemewahan arsitek Kapal buatan Jepang tahun 1992 ini.
Perjalanan cuti kali ini terasa istimewa, ikhwalnya, ditengah kesuntukan penantian tanpa signal internet dari atas laut. Tanpa hujan tanpa badai, tiba-tiba suara elekton memecah keheningan telinga. Sontak terperanjat dari tidur lalu kasak-kusuk mencari sumber suara yang mengundang penasaran itu.
Dari deretan kursi paling belakang mata ini tak henti menyimak lantunan merdu sang biduan. Salah satu biduan tersebut dikenal sapaan mbak Maya, namanya mirip dengan Maia mantan istrinya pentholan Dewa 19. Goyangannya begitu binal pakaian nan seksi itu tak luput dari pusat perhatian.
Perlahan namun pasti, lagu demi lagu hatam mereka lantunkan. Tak kalah asyiknya, penumpang lain dipersilahkan menyumbang suara emasnya ke depan panggung.
Bak artis profesional, penumpang kapal Dharma Kencana khususnya kaum adam antusias menyanyikan lagu favoritnya.
Mendekati waktu sholat dzuhur konser jeda sembari mendengar kemerduan suara adzan, pertanda panggilan sholatpun tiba. Ba’da sholat dhuhur, kegiatan dilanjutkan mengantri mengambil jatah makan siang.
Setelah makan siang, sejenak bersandar di koridor luar kapal diselingi bincang-bincang dengan sesama para penumpang, sesekali memandang luasnya laut Indonesia dari atas kapal Dharma Kencana.
