Dalam suasana hening, aku menerawang jauh, teringat saat pertama kali gabung di dunia maya yang diasuh oleh bapak inspirator, sang penggerak Bengkel Narasi, Bang RIM.

Dia adalah sosok idola yang senantiasa menyejukkan hati orang-orang yang ada di sekelilingnya, seperti matahari yang senantiasa memberikan sinar cintanya di sepanjang waktu pada dunia. Seperti itu pula Bang RIM yang mampu memberikan sinar cintanya  pada semua orang di sepanjang waktu, serta dapat menyatukan kami lewat rengkuhan kasih sayangnya pada rumah jiwa Bengkel Narasi (BN).

.Aku tidak tahu harus memulai darimana untuk mengekspresikan kekaguman ku pada Bang RIM. Sejak gabung di Bengkel Narasi (BN), hari-hariku menjadi berwarna. Beliau senantiasa menabur benih-benih kedamaian di dalam jiwaku, dan tak pernah lelah membimbingku untuk tetap semangat dalam menulis. Betapa besar terima kasihku yang terpatri dalam kalbu pada Bang RIM. Dunianya yang dipenuhi pengertian, tiada dengki, dan tiada kebencian. Kini ku berteduh di bawah naungan hatinya.

Selamat ulang tahun aku ucapkan wahai sang inspiratorku Bapak Ruslan Ismail Mage (RIM). Semoga hari ini dan esok adalah hari-hari yang penuh kebahagiaan yang akan selalu mewarnai hidup bapak. Semoga panjang umur, sehat selalu, dan sukses dalam segala hal.

Maaf hanya sebuah tulisan yang dapat aku persembahkan sebagai bentuk kado ulang tahun dan ungkapan terima kasihku pada Bang RIM, yang mana selama ini Bang RIM selalu setia memperdengarkan irama seruling jantungnya berdetak sebagai pengingat dentang waktu, serta menggambarkan garis pena di atas mega putih yang indah, untuk mengajak merangkai kata menjadi sebuah cerita yang menarik, sarat dengan motivasi serta dapat menginspirasi para pembacanya.

Kilas balik mengurai kisah perjalananku di Bengkel Narasi, saat pertama kali aku bergabung, di mana kala itu coretan-coretan penaku masih tak beraturan. Namun, Bang RIM tak pernah lelah memotivasi aku, hingga bisa seperti ini. Andai saja aku tidak bergabung di Bengkel Narasi (BN), aku tidak tahu harus menuangkan ke mana obsesiku ini untuk menjadi perangkai kata yang selama ini terpendam rapat di sudut kalbuku.

Semua kini telah menjadi nyata. Obsesiku untuk menjadi perangkai kata yang dikemas dalam bentuk cerita telah terwujud lewat Bengkel Narasi. Sekali lagi terima kasih yang tak terhingga aku haturkan pada inspiratorku yang berhati mulia dan budiman. Engkau telah membimbing dan mengarahkan ke jalan yang aku impikan selama ini.

Aku akan selalu mengingat motivasi dan support bapak, bahwa untuk melahirkan 100 orang pintar butuh puluhan guru, tapi untuk melahirkan 1000 orang sukses, hanya butuh seorang inspirator, karena itu jadilah guru yang menginspirasi, untuk menggerakkan jiwa, bukan sekadar pikiran.

Sekali lagi, selamat ulang tahun untukmu sang inspiratorku, sang penyejuk hati yang mampu mendamaikan jiwa dan pikiran.

 Kolaka Utara, 27 juli 2022

  BY   ASTIA HILMI

(Visited 2,247 times, 1 visits today)
7 thoughts on “Sinar Cinta di Sepanjang Waktu”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.