Oleh: Rosnita Rauf

Satu bulan terakhir Kota Padang selalu diguyur hujan, tetapi tidak menghalangi segala aktivitas pembelajaran di kampus Universitas Ekasakti. Alhamdulillah, Kamis 15 Desember 2022 cuaca sangat cerah mewarnai kegiatan webinar bertema, “Membudayakan Gerakan Literasi pada Fakuktas Teknik”. Tema ini menjadi menarik karena mahasiswa dan dosen Fakultas Teknik diajak keluar dari zona keilmuanya untuk mempelajari dunia kepenulisan.

Lebih menariknya lagi, karena Dekan Fakultas Teknik Drs. Risal Abu, S.T., M.Eng, sangat visioner dengan menghadirkan narasumber bapak Ruslan Ismail Mage, seorang penulis buku produktif, inspirator, dan penggerak jiwa menulis. Tema yang dibawakannya, “Menulis Buku Semudah Mengatakan Cinta” membuat kami terpesona untuk mendengarkan setiap narasi inspiratifnya.

Pertemuan kali ini benar-benar memberikan semangat untuk menulis. Jadi apa yang kita pikirkan, dengarkan, dan rasakan, sejatinya kita tuangkan dalam tulisan. Ternyata untuk menulis itu tidaklah sulit, tetapi harus dicoba. Jika tidak kita coba, kita tidak akan tahu akan kesalahan kita.

Dari uraian narasumber, saya mulai memahami bahwa sebagai akademisi langkah pertama yang saya harus dilakukan adalah segera mempersiapkan draf yang akan ditulis. Setelah itu, menempelkan draf di meja kerja sebagai navigasi yang akan menuntun kita dalam mencari referensi yang dibutuhkan.

Terlebih menulis buku ajar, harus punya daya jelajah untuk melakukan petualangan literasi mencari sumber-sumber bacaan yang sinergis dengan tema draf buku yang sudah disiapkan. Tanpa daya baca, sulit menemukan data-data untuk memperkaya naskah buku yang disusun.

Layaknya obat yang diberikan dokter saat kita sakit. Untuk menumbuhkan rasa ingin menulis pun sama, ada ramuan khusus yang harus kita konsumsi setiap harinya, yaitu MEMBACA. Misalnya, sekarang saya sedang belajar menulis seputar teknologi, maka mulai sekarang saya harus banyak membaca yang berkaitan dengan teknologi.

Bersyukurnya lagi, karena untuk menumbuhkan daya baca dan menulis buku, Pak Ruslan akan menjadi mentor langsung memonitor terus sudah sampai di mana naskah dan apa kendala yang ditemui. Hal ini menjadi penting karena sesuai ungkapan bijak, “Untuk menjadi penulis buku maka bertemanlah dengan penulis buku.” Dengan bimtek langsung dari pakarnya, kami yakin berproses menjadi penulis buku. []

*Dosen Fakultas Teknik Universitas Ekasakti Padang

(Visited 89 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.