Oleh : Achmad Fajar Putra*

Banyak orang yang mengatakan sesuatu akan bisa saja terjadi dengan sendirinya. Sebuah kesalahan berpikir yang selama ini telah merasuki jiwa banyak generasi muda, tidak terkecuali bagi penulis.

Akibat kesalahan berpikir seperti itu, tanpa disadari banyak orang terbuang sia-sia waktu dan usianya tanpa melakukan sesuatu. Karena menurutnya sesuatu akan terjadi dengan sendirinya tanpa menyadari ada teori sebab akibat yang berlaku dalam kehidupan nyata. Kurang lebih artinya, “Semua yang terjadi dalam diri kita sebagai akibat dari perbuatan kita”.

Jadi berani untuk mencoba dan merasakan sesuatu justru lebih menjadi pengajaran yang berharga dibanding hanya merangkai cerita tanpa bergerak. Sebagaimana quote sang inspirator kehidupan bapak Ruslan Ismail Mage, “Segunung keinginan tidak ada nilainya dibandingkan segenggam pergerakan”.

Dalam hal ini saya selalu membantah setiap perkataan, “Dunia itu keras”. Sesungguhnya dunia itu keras akibat lemahnya tekad dan naluri dalam diri dengan kegagalan yang menimpa dirinya. Celakanya, mereka yang menganggap dunia keras itu juga berusaha mendoktrin orang lain memiliki persepsi yang sama.

Realitas kehidupan menunjukkan, ada yang menjadi pengusaha di usia muda dan juga ada yang menjadi kriminal di usia tua. Salah satu penyebabnya karena ada perasaan tidak percaya diri berkompetisi. Bahkan tidak jarang dihantui rasa takut kalah, takut salah, dan takut gagal.

Padahal sesungguhnya hanya orang yang berani kalah yang punya kemungkinan besar menjadi pemenang. Hanya orang yang berani salah yang ujungnya akan menjadi benar, dan hanya orang yang berani gagal yang berproses menjadi orang sukses.

Nasihat orang bijak mengatakan, “Dalam melangkah ke depannya jangan pernah melihat ke belakang, dan jangan mendengar perkataan miring yang membuat kita berada dalam zona tidak nyaman”. Jadi, kita harus keluar dari zona tersebut agar kita bisa mematahkan semua perkataan yang hanya menjadi polusi dalam jalan kesuksesan kita. Hal ini menjadi penting karena persepsi menentukan hasil. Apa yang kita pikirkan semesta akan persembahkan.

*Pecinta literasi menulis di Minangkabau

(Visited 33 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.