Oleh: Gugun Gunardi*

Tahun 2004, penulis masih bertugas mengemban jabatan sebagai wakil Dekan 3 (bidang kemahasiswaan) Fakultas Sastra Unpad. Penulis mulai mengemban tugas Wakil Dekan 3 sejak tahun 1999, sejak Prof. Himendra mengemban tugas sebagai Rektor Unpad periode pertama, dan saat itu Dekan Fakultas Sastra Unpad dijabat oleh Prof. Dr. H. Edi S. Ekadjati, untuk periode kedua. Pada tahun 2004, Prof. Edi sudah melepas jabatan Dekan Fakultas Sastra, dan digantikan oleh Prof. Dr. Hj. T. Fatimah Djajasudarma. Penulis, saat itu masih mengemban tugas sebagai Wakil Dekan 3, untuk periode yang kedua.

Karena situasi dan kondisi NKRI yang agak panas karena saat itu baru saja selesai pemilihan presiden langsung oleh rakyat yang pertama kalinya, maka, Rektor Unpad menginstruksikan agar wakil Dekan 3 yang baru mengemban tugas satu periode, untuk diajukan kembali menjabat wakil Dekan untuk periode kedua. Jadi termasuk penulis, diangkat kembali sebagai Wakil Dekan 3 untuk periode kedua.

Pada tahun 2004 tersebut, penulis sudah berniat untuk meninggalkan jabatan Wakil Dekan 3, untuk melanjutkan studi program S3 (Doktor). Karena sudah cukup lama penulis berkecimpung dalam dunia kemahasiswaan, ketika Wakil Rektor 3 dijabat oleh Prof. Dr. Imang Hasan Sulama, yaitu sebagai pembina unit kegiatan mahasiswa (UKM) Lingkung Seni Sunda (LISES) Unpad, pada tahun 1986. Kemudian pada tahun 1987, ketika Wakil Rektor 3 dijabat Prof. H. A. Himendra, penulis ditugaskan kembali untuk menjadi pembina UKM LISES, hingga tahun 1990. Tahun 1990, penulis ditugaskan sebagai Sekretaris Kegiatan Kemahasiswaan (yang membawahi seluruh pembina UKM), hingga akhir periode kedua Prof. Himendra sebagai pejabat Wakil Rektor 3 Unpad, yaitu tahun 1995.

Pada tahun 1995, Wakil Rektor 3 Unpad dijabat oleh Prof. Dr. H. A. Djadja Safullah. Beliau pun menugaskan penulis sebagai sekretaris kegiatan Kemahasiswaan hingga tahun 1999.

Pada tahun 1999, Prof. A. Himendra Wargahadubrata, terpilih sebagai Rektor Unpad untuk periode pertama. Pada tahun itulah penulis mulai ditugaskan sebagai pejabat Wakil Dekan 3, hingga 2 periode beliau menjabat sebagai Rektor Unpad. Jadi, ketika memasuki tahun 2004, penulis masih ditugaskan sebagai Wakil Dekan 3 (bidang kemahasiswaan). Otomatis, jika dihitung lamanya membina mahasiswa, penulis sudah bertugas sebagai dosen pembina kemahasiswaan kurang lebih 18 tahun. Kiranya cukup lama membina bidang kemahasiswaan, dan sudah banyak dosen pembina kemahasiswaan yang masih muda dan enerjik. Ditambah lagi, saat itu penulis belum Doktor, sehingga sudah waktunya penulis kembali ke bidang keilmuan penulis yang sudah lama penulis tinggalkan. Namun, kendalanya tugas Wakil Dekan 3 periode tahun 2004 s.d tahun 2008 tidak dapat ditinggalkan, sehubungan situasi NKRI saat itu. Sehingga agak sulit bagi penulis untuk melanjutkan studi ke Program Doktor.

Setelah sekitar sebulan Prof. Dr. Hj. T. Fatimah Djajasudarma, melaksanakan tugas sebagai Dekan, Beliau memanggil penulis, untuk membicarakan khusus mengenai studi lanjutan program studi doktor penulis. Beliau menanyakan kesiapan penulis untuk belajar kembali, karena sudah lama sekali tidak mengikuti studi terstruktur sejak lulus magister pada tahun 1993 (kurang lebih 11 tahun). Penulis jawab siap, tetapi bagaimana dengan tugas Wakil Dekan 3. Apakah Ibu Prof., sudah menyiapkan penggantinya. Beliau menjawab sambil tersenyum; bahwa keputusan Rektor Unpad, untuk periode tahun 2004 s.d tahun 2008, membolehkan para dosen yang mendapatkan tugas tambahan struktural untuk melanjutkan studi S3.

Tentu saja berita tersebut sangat menggembirakan penulis. Karena sejak penulis lulus S1 dan diangkat menjadi dosen, Prof. Fatimah termasuk senior penulis yang mendewasakan penulis di dalam kematangan ilmu pengetahuan penulis. Juga, gerak langkah membina mahasiswa dari tahun 1987 hingga tahun 1993, penulis alami sebagai sekretaris jurusan di program studi Sastra Sunda, sebagai sekretarisnya beliau. Jadi, ketika Beliau menjadi Dekan Fakultas Sastra Unpad, dan penulis ditugaskan kembali sebagai Wakil Dekan 3, penulis ingin membantu tugas Beliau di bidang kemahasiswaan, semampu mungkin.

Sejak tahun 2004, fokus kegiatan dan garapan penulis sebagai dosen ada tiga, yaitu melaksanakan kegiatan belajar mengajar, yang tidak boleh ditinggalkan, kemudian melaksanakan tugas tambahan sebagai Wakil Dekan 3, membina kemahasiswaan yang membutuhkan kesabaran. Lalu, tugas belajar di program S3 yang membutuhkan keseriusan, agar tidak berakhir dengan putus studi atau DO. Cukup berat, tapi penulis jalani dengan Bismillah dan Lahaulla.

Ketika di kampus, dalam kesempatan berdiskusi dengan Prof. Fatimah mengenai bidang kemahasiswaan, penulis sering mencuri-curi waktu untuk berdiskusi masalah studi penulis dan tugas akhir S3 yang harus penulis susun. Beliau dengan senang hati membuka diskusi keilmuan tersebut. Hingga dari hasil diskusi yang cukup panjang tersebut menghasilkan judul disertasi yang akan penulis susun. Hal lain yang sangat positif dari diskusi tersebut adalah, beliau berusaha memberikan berbagai masukan materi yang harus ditulis dalam disertasi tersebut.

Penulis masih mengingat sampai saat ini nasihat yang almarhumah sampaikan; “Gugun harus jadi Doktor, biar Ibu melepas Gugun berkiprah di dunia pendidikan kokoh. Insya Allah, Gugun bakal dibutuhkan sekalipun sudah pensiun”. Nasihat itu disampaikan pertengahan tahun 2008 menjelang Beliau mengakhiri tugas struktural sebagai Dekan, dan bersamaan dengan saat penulis mendapatkan Bea Siswa untuk menulis disertasi di Negeri Jiran.

Setelah penulis selesai melaksanakan tugas Wakil Dekan 3. Penulis mengikuti Beliau ke Negeri Jiran, untuk menyusun dan mempresentasikan gagasan disertasi penulis di hadapan para Profesor Fakultas Ilmu Sosial Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM). Alhamdulillah, paparan penulis mendapatkan tanggapan yang sangat positif dari para Guru Besar di UKM.

Sepulang dari UKM, penulis melanjutkan pembimbingan disertasi dengan dua Profesor di UKM, yaitu dengan Almarhumah (Prof. Fatimah), dan dengan Prof. Dr. Nurhasima Jalaludin, Guru Besar tetap pada Fakultas Ilmu Sosial UKM, lewat email. Hasilnya, Alhamdulilah ketika Almarhumah kembali ke tanah air, selepas melaksanakan tugas sebagai dosen tamu di UKM, disertasi penulis sudah 90 persen terwujud.

Kurang lebih sebulan, setelah almarhumah berada di Bandung lagi, penulis sampaikan hasil garapan tulisan. Alhamdulillah, meskipun masih ada catatan perbaikan, formulir ujian tertutup disertasi penulis ditandatangani, sehingga pada bulan Desember 2009, penulis dapat melaksanakan ujian tertutup. Ujian terbuka dilaksanakan setelah Pak Dekan Fak. Sastra pulang ibadah haji pada bulan Januari 2010. Pidato Promotor yang sampai saat ini penulis ingat adalah “Hiduplah berbekal ilmu pengetahuan, insya Allah saudara tidak akan kesulitan”.

Terima kasih Ibu Prof. Dr. Hj. T. Fatimah Djajasudarma, apa yang Ibu sampaikan telah terbukti. Semoga sodaqoh ilmu yang Ibu berikan dapat mengantarkan Ibu bertemu Sang Maha Pencipta, dan menempatkan Ibu di tempat terindah di Surga Allah.
Aamiin Yaa Rabbal Alamiin.

*Dr. Gugun Gunardi, M.Hum. Dosen Tetap Universitas Al Ghifari.

(Visited 121 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.