Ketika cinta mulai bereaksi aku hadir di bumi ini
Lewat karya cinta dua insan yang mewarisiku
Aku dibuai dan dibesarkan dalam cintanya
Di dunia profana ini….

Ketika ada rasa gaya magnet pada lawan jenisku
Muncullah rasa cintaku bereaksi padanya
Ketika cintaku mulai bersemi di SMP
Menuju ke cinta romantika SMA

Saat ku melangkah ke dunia aktivitas
Kupinang cinta pertamaku
Serasa bagai di taman Eden
Ditemani oleh alam flora dan fauna

Ketika cinta hadir bagai semilir angin menyapa jiwaku
Serasa hidup bagai di taman Eden bersama sang dewi
Siang bagai malam dan malam bagai siang
Rasa lapar dan dahaga sirna ditelang waktu

Hadirnya sang dewi tulang igaku
Hidupku terasa di awan biru
Serasa dunia hanya milik berdua
Ditemani ciptaan ilahiNya

Ketika sang dewi memangil belahan jiwaku
Kembali ke pangkuan empunya kehidupan
Hidupku terasa hampa, bagai Adam di taman Eden
Yang hanya ditemani flora dan fauna

Serasa getirnya cintaku, hitam kelam lenyap tak berjejak
Sesaknya dada ini menahan getirnya cintaku
Bagai bumi diterjang air bah
Semuanya hancur lebur, hilang lenyap, bersamanya
Jiwaku hancur lebur tak berdaya

Kutanyakan pada sang empunya kehidupan
Inikah yang namanya cinta?
Hanya mekar di pagi hari
Namun layu dan gugur seketika di senja hari ditelan waktu
Kembali ke sumber dan sang pemilik cinta.

By Aldo Jlm
Edisi Lpls-BN, 14092023

(Visited 22 times, 1 visits today)
Foto profile

By Aldo Jlm

Elemen KPKers-Timor Leste, Penulis & Kontributor Bengkel Narasi sejak 2021 hingga kini telah menyumbangkan lebih dari 100 tulisan ke BN, berupa cerpen, puisi, opini, dan berita dari negeri Buaya ke negeri Pancasila, dengan motonya 3S-Santai, Serius dan Sukses. Selalu tersenyum pada siapa saja baik kawan maupun lawan. Ingin belajar menulis dari para seniornya yang telah makan garam di dunia literasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: