Oleh: Muhammad Sadar*

Dunia pertanian masih merupakan salah satu sektor primadona yang memberikan peluang dan tantangan perekonomian yang layak bagi penduduk Kabupaten Barru. Data BPS (2022) menunjukkan bahwa kontribusi sektor pertanian terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Barru sebesar 35,02%. Angka PDRB tersebut membuktikan bahwa kinerja sektor pertanian sangat signifikan dalam menopang pendapatan masyarakat Barru beserta multiplier effect yang ditimbulkan.

Daerah ini tergolong relatif kecil dengan luas wilayah 1.174,72 kilometer persegi, dihuni penduduk sebanyak 184.452 jiwa. Luas baku sawah 15.703 ha dan lahan kering seluas 7.807 ha termasuk di dalamnya tegalan, huma, dan kebun. Akumulasi petani/pelaku utama sebagai pengelola usaha tani polyvalen berjumlah 27.954 orang yang diwadahi oleh 907 kelompok tani. Subsektor tanaman pangan dan peternakan yang dominan dikelola petani terutama komoditas padi, jagung, kacang tanah/aneka kacang dan umbi (akabi), serta ternak ruminansia.

Penulis hendak membahas kacang tanah sebagai satu komoditi utama pertumbuhan dan pengungkit pendapatan petani. Kacang tanah merupakan salah satu sumber protein nabati yang cukup penting dalam pola menu makanan penduduk. Usaha tani kacang tanah mampu mendorong penyerapan tenaga kerja, pemanfaatan lahan, pengendalian erosi, dan menghela kegiatan ekonomi masyarakat.

Pengusahaan kacang tanah di Kabupaten Barru dilakukan di lahan sawah setelah panen padi musim pertama dan di lahan kering pada musim rendengan. Penanaman kacang tanah di lahan kering tergolong spesifik lokasi karena sifat fisik tanah termasuk kategori lahan suboptimal (pada daerah dataran menengah pegunungan,di bukit berlereng dan berombak) di mana kondisi struktur dan tekstur tanah berbatu, sedikit liat, dan ringan berpasir. Namun keadaan tanah tersebut mampu mewarnai cita rasa dan mutu biji kacang yang khas-gurih. Sifat tanah itu merupakan bentukan dari pelapukan bebatuan kapur bercampur karts secara komposit yang mengandung deposit kalium dan fospat alam. Mineral inilah yang menjadikan prasyarat untuk tanaman penghasil biji sehingga terasa gurih dan tahan lama.

Luas tanam kacang tanah di lahan kering mencapai 1.314 ha atau 16,8% dari luas lahan kering. Sedangkan luas tanam kacang tanah di lahan sawah seluas 1.312 atau 8,5 % dari luas baku sawah. Usaha tani kacang tanah di lahan kering maupun di lahan sawah mampu memberikan kontribusi sebesar 65% terhadap pendapatan keluarga petani dengan luas garapan per petani per musim antara 0,20-2,00 ha
(Data Primer, 2020).

Spesifikasi kacang tanah yang diproduksi petani di Kabupaten Barru bisa digambarkan asal-usul tanaman berupa golongan, silsilah, dan tinggi tanaman. Adapun terkait morfologi tanaman yaitu batang, daun, bunga, polong, dan biji akan dideskripsikan dalam dokumen kacang tanah varietas lokal sebagai bahan usulan pendaftaran varietas “yaSSiberui”. Dokumen tersebut telah didaftarkan di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian- Kementerian Pertanian.

Budidaya kacang tanah di daerah ini telah lama dilakukan secara tradisional yang bisa ditandai dengan cara perolehan benih hanya dilakukan bersumber dari hasil panen petani sendiri dan tentunya bukan benih unggul. Kegiatan budidaya selanjutnya, petani sangat jarang menggunakan pupuk pabrikan dan bahan kimia lain kecuali dalam pengendalian hama penyakit, petani menggunakan sarana kimiawi yang terukur. Namun sistem pengairan teratur dan olah tanah intensif tetap dilakukan petani.

Pada sistem pemasaran kacang tanah, khusus di Kecamatan Tanete Riaja, Pujananting, dan Barru telah berlangsung sejak 30 tahun terakhir melakukan kerja sama pembelian bersama PT. Cahaya Anugerah Sentosa, biasa disebut PT. CAS Makassar. Korporasi tersebut langsung melakukan transaksi pembelian atau melalui para pengepulnya di lapangan. Kemitraan ini sangat menguntungkan petani karena produksinya langsung diserap oleh buyer yang jelas baik dalam bentuk polong/basah atau kupas tanpa kulit alias biji kering.Di sisi lain, PT.CAS memiliki jaminan lokasi pasokan bahan baku karena kebutuhan pasokan sangat besar yang mencapai 1,5 juta ton per tahun.

Menurut manajemen PT. CAS bahwa keunggulan kacang tanah dari Barru memiliki daya simpan hingga tiga bulan dalam bentuk biji sebagai bahan olah dan bertahan enam bulan dalam bentuk polong, rendemen tinggi mencapai 65-70% serta rasanya gurih dan enak walaupun tampak biji kecil. Dalam kemitraan ini PT. CAS mampu menyerap produksi kacang tanah Kabupaten Barru sebesar 400-500 ton/tahun. Pemasaran lain dilakukan petani secara mandiri bersama pedagang lokal atau transaksi penjualan antar daerah/pulau.

Usaha tani kacang tanah memerlukan modal tunai yang besar, terutama untuk pengadaan benih bermutu, biaya tenaga kerja dan operasional sarana pengairan, di sisi lain petani umumnya kekurangan modal. Penanaman varietas lokal cukup luas walaupun memiliki produktivitas rendah. Sedangkan bantuan dan bimbingan teknis usaha tani kacang tanah masih bersifat parsial, terbatas, dan dinamis.

Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi kacang tanah yaitu: (1)memperluas areal panen melalui kegiatan ekstensifikasi, diversifikasi, rehabilitasi, dan peningkatan indeks pertanaman; (2) meningkatkan produktivitas melalui penggunaan varietas unggul berpotensi hasil tinggi serta penerapan komponen teknologi produksi secara efektif, efisien, dan benar; (3) menekan senjang hasil yang dipengaruhi oleh faktor biotik dan abiotik serta faktor sosial ekonomi petani dalam proses penerapan komponen paket teknologi produksi; (4) menekan kehilangan hasil dengan penggunaan alsintan perontok polong/pengupas kulit kacang tanah merupakan salahsatu upaya untuk menekan losses.

Proses adaptasi dan metode budidaya kacang tanah yang dilakukan petani di antara sela batuan lahan kering maupun lahan sawah masif berbatu masih sanggup untuk memberikan nilai produksi yang bermutu walaupun dengan performa biji yang kecil namun tetap bertumbuh dan berkembang memberikan added value bagi kehidupan petani kacang tanah.

Barru,17 November 2023

*Penguji Perbenihan dan Perbibitan TPHBun, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Barru.

(Visited 276 times, 2 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.