Oleh: Devi Seixas’1125
Ucapan berlimpah rasa terima kasih kepada Pusat Budaya Indonesia (PBI) di bawah naungan KBRI Dili Timor-Leste oleh KPKers Timor-Leste.
Sejak tahun 2018 KPKers Timor-Leste mendapatkan izin dari Sekretaris II KBRI yakni Pak Bambang Purwanto, dalam mengembangkan pengiatan literasi dengan topik, “Membudayakan Kultur Literasi Kepada Generasi Muda Timor-Leste” berawal dari “Literasi Dasar dan Literasi Konsep Penulis” hingga kini merambah ke “Literasi Bahasa Jurnalistik, literasi perfilman, literasi Administrasi, literasi Bahasa Indonesia dan literasi Bahasa Inggris serta pelatihan Literasi Basic dan Public Speaking“.
Program peningkatan dan perkembangan dalam pengiatan literasi mendapatkan support pertama kali dari KBRI di Pusat Budaya Indonesia sejak masa Atase Pendidikan Achmad Tafip Syach yang akhirnya berlanjut ke Atase baru Prof Dr.Phil.Ikfan Haris sejak awal 2023, dengan dukungan penuh hingga usia KPKers Timor-Leste dalam pengiatan literasi, selama tujuh tahun mendapatkan piagam penghargaan dari Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Prof.Dr.Phil.Ikfan Haris.

Usai KPKers Timor-Leste serta pendiri KPKers Timor-Leste Devinarti Seixas memperoleh Piagam penghargaan, Dev Seixas tetap berkomitmen melanjutkan pengiatan literasi, khusunya pada tahun 2025 di lokasi Tasi-Tolu.
Alasan Founder memilih Lokasi di Tasi Tolu karena banyak anak-anak yang berminat ingin mengikuti kursus. Namun tidak ada tempat kursus yang dekat di lokasi Tasi-Tolu sebagai tempat dimana mampu menampung anak-anak juga para remaja untuk meningkatkan kualitas pendidikan non formal.
Maka sejak 2025 usai KPKers Timor-Leste mendapatkan piagam penghargaan dari Atase Pendidikan KBRI Dili Timor- Leste. KPKers Timor-Leste memutuskan akan melanjutkan visi dan misi di Tasi-Tolu selama dua atau tiga tahun adalah, sebuah keputusan demi memberikan materi atau kursus literasi, yang ingin mengikuti kursus Literasi yang di laksanakan oleh KPKers Timor-Leste.
Bagi KPKers mengajar atau mendidik generasi penerus bangsa dengan hal-hal baru, demi menambah pengetahuan serta wawasan anak -anak muda TL, tidak harus menggunakan tempat yang mewah atau istimewa, melainkan butuh komitmen belajar dengan sistem tertentu, dalam upaya membudayakan kultur Literasi tentu jauh lebih penting bagi generasi muda di Timor-Leste.
Dev Seixas sendiri sebagai trainer literasi Basis dan konsep penulisan serta bahasa Indonesia,bahasa Jurnalistik memiliki sebuah komitmen, untuk mendidik tanpa mengharapkan tempat atau upaya, karena baginya ia hanya ingin meneruskan amanat, dimana jadi panutan, untuk mendidik generasi baru suapaya bagaimana caranya supaya menjadi generasi baru yang kreatif dan inovatif untuk masa depan Timor-Leste.
Selain Dev Seixas ada beberapa trainer lainnya yang Dev percayai tanggung jawab untuk menghidupi beberapa Litersi lain antara lain: seorang Dosen Administrasi Publik dari Unital yang saat ini ikut serta berkontribusi mendidik praktisi, dengan literasi administrasi, Angelo Pinto, Carmo, Iqo serta Tome dan Jack mendidik praktisi dengan literasi bahasa Inggris, juga beberapa teman lainnya termasuk Bapak Emiliano dos Santos yang merupakan seorang guru di Lospalos yang ikut terlibat jadi trainer literasi konsep penulisan via on-line, dengan bahasa tetum kepada praktisi kelas Literasi ASEAN.
Terkadang KPKers juga kewalahan untuk tempat dalam mendidik generasi muda, akan tetapi bagi KPKers segala upaya selalu diusahakan dalam mendidik generasi muda, tak peduli asalkan kontribusi bagi negaranya dengan tujuan yang mulia. Selain Dev sebagai seorang yang berlatar belakang sebagai pendiri, begitu juga para trainer memiliki prinsip yang sama.
Selama tahun 2025 Komunitas Penulis Kreatif (KPKers) Timor-Leste, mengambil komitmen bersama untuk tetap mendidik beberapa generasi muda, mulai dari anak-anak usia SD hingga Mahasiswa, dengan kursus juga pelatihan di Tasi-Tolu karena melihat banyak anak-anak yang ingin belajar di KPKers.
Dev merasa ada gairah belajar bagi anak-anak yang selama ini belajar bersama di KPKers Timor -Leste, baik usia remaja maupun dewasa karena meskipun masih CBO akan tetapi KPKers selalu eksis di bidang literasi, karena bertujuan untuk mengapai berbagai ilmu, demi meningkatkan kemapuan menulis, membaca, berbicara, menghitung bahkan memahami berbagai informasi yang di baca agar para praktisi benar-benar menentuhkan masa depan mereka sesuai dengan kemampuan individu masing-masing.
Dengan hal inilah KPKers selalu bersyukur dan berterima kasih kepada para stakeholder, special KBRI, PBI juga SEJD, Asrama yatim piatu Dominikana, Asrama Yatim Piatu Santa Clara Maloa, Tempat Almarhum Kepala Desa Metiaut, Masyarakat di Besi Mean Tasi-Tolu, Masyarakat di Pameran Tasi-Tolu, Masyarakat di Bairo Santo Antonio C Tasi-Tolu juga Pemilik Tempat di Tasi-Tolu, karena meskipun cicil bahkan terlambat dalam pembayaran akan tetapi program Kerja KPKers dapat berjalan dengan baik sesuai rencana.
Usai acara pembagian sertifikat yang jatuh dalam bulan ini, KPKers akan melanjutkan visi dan misi dalam beberapa minggu di Suai Tilomar, apabila mendapatkan fasilitas transportasi, karena sudah ada koordinasi dengan pihak pihak-pihak Authority Lokal, atas bantuan informasi yang disampaikan oleh member F-FDTL, yang bertugas di Tilomar. Upaya yang akan dilaksanakan ini demi meningkatkan kemapuan masyarakat khususnya anak-anak usia SD dan remaja, serta masyarakat dewasa melalui kegiatan dengan topik membudayakan kultur Literasi Kepada Generasi Muda Timor-Leste.
Jarak tidak menjadi masalah, hanya saja KPKers mengalami kekurangan dan keterbatasan transportasi, demi meningkatkan kemapuan masyarakat, dalam upaya memberikan pelatihan atau kursus pada generasi muda bagi semua lapisan masyarakat di Timor-Leste yang membutuhkannya.
Semua yang sudah KPKers lakukan kepada masyarakat luas ini, awalnya karena KPKers mendapatkan tempat yang merupakan fasilitas pertama dari KBRI di Pusat Budaya Indonesia (PBI) Dili Timor-Leste kini nama KPKers telah di kenal banyak di kalangan masyarakat TL dan ASEAN.
Dengan demikian rasa terima kasih tak terhingga dari Komunitas Penulis Kreatif ( KPKers) Timor-Leste kepada pihak KBRI khususnya PBI, terlebih ucapan terima kasih tak terhingga kepada Prof, Dr. Phil Ikfan Haris MSc yang sudah memberikan Piagam Penghargaan kepada Pendiri KPKers Timor-Leste serta Kepada KPKers Timor-Leste, dalam upayanya untuk kegiatan pengiatan literasi di Timor-Leste sebagai seorang Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI.
Harapan Dev Seixas sebagai pendiri, semoga dengan jiwa para trainer literasi yang sama, mampu dan terus meningkatkan pengajaran literasi pada kalangan luas. Dan terima kasih untuk semua pihak yang sudah mambantu KPKers Timor-Leste baik secara materil maupun Moril, special kepada tetangga-tetangga yang berada di Bairo Santo Antonio C, yang sudah cukup membantu Ibu Dev secara pribadi, baik air bersih, sayuran maupun makanan, ketika ibu Dev tidak memiliki apa-apa, sehingga proses pengajaran Litersi setahun bisa berjalan dengan sukses, sejak bulan Juni 2024 hingga April 2025.
Special ungkapan rasa terima kasih kepada: Mama Alia, Mama Marcela, Mama Acau, Mama Laura, Adik Sofi, Mama Ela dari Tim KPKers Timor-Leste, atas beberapa bantuan selama setahun ibu Dev menetap di Santo Antonio C Tasi-Tolu.
Terima kasih juga kepada laman berita Pratama Media News, Bengkel Narasi Indonesia, yang selalu bersedia mempublikasikan kegiatan KPKers Timor-Leste, special terima kasih kepada guru mulia yang telah mempercayakan visi dan misi kepada Ibu Dev, untuk membuka KPKers Timor-Leste di negara tercinta Timor-Leste yakni Ir.Jumari Haryadi.
Akhirnya terima kasih banyak juga, bagi Bapak Editor Emiliano dos Santos di Lospalos, yang selalu siap sedia mengedit, dan mempost tulisan-tulisan dari para penulis KPKers seperti Bu Dev, Elvira, Alia, dan editor sendiri, di laman Bengkel Narasi Indonesia via-online.
Salam Literasi KPKers Timor-Leste, maju terus pantang mudur, walaupun badai dan ombak menghadang jangan takut melawannya.
Bu Dev Seixas’1125.
