Di jantung hutan tropis, zamrud khatulistiwa memucat bukan karena kemarau, tapi karena rakus yang tak tamat

Raksasa hijau yang bertapa ratusan tahun lamanya, kini sujud paksa, dicabut dari rahim buminya…

Lihatlah, Tuan! Tubuh-tubuh kayu itu tidak mati karena hama, mereka tewas oleh tajamnya tanda tangan penguasa di gedung tinggi, di balik meja sonokeling yang licin

Nasib hutan ditentukan oleh selera para pemain

Mereka yang berseragam dinas tapi berjiwa pedagang

Menakar oksigen dengan kurs uang yang mengambang, dahan-dahan dipenggal bukan oleh kapak penebang, melainkan oleh stempel izin yang diam-diam dilelang

Daun-daun layu sebelum sempat memeluk pagi terusir oleh deru mesin dan ambisi yang tinggi…

Deforestasi bukan sekadar hilangnya pohon-pohon, tapi runtuhnya benteng terakhir sebelum bencana memohon…

Lalu, saat banjir bah membasuh beranda rakyat dan tanah longsor menimbun mimpi yang sekarat

Para tuan berdasi sibuk memoles citra di layar kaca, sembari menghitung laba di atas air mata yang kita baca

Paru-paru bumi telah mereka gadai demi emas meninggalkan sesak, memanen tangis yang membengkak…

Makassar, 24 Desember 2025

(Visited 30 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Subhan Riyadi

Bukan siapa-siapa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.