Di lereng bukit yang selalu dipeluk kabut, kakek memiliki sebuah gazebo tua yang atapnya dijalari oleh tanaman merambat yang rimbun. Itu bukan hanya tanaman; itu adalah “Sang Primadona”, pohon anggur varietas kuno yang buahnya bulat sempurna dengan warna ungu pekat kehitaman.
“Kek, kenapa anggur selalu disebut buah Surga?” tanyaku suatu sore, sembari menatap bulir-bulir anggur yang berkilau tertimpa cahaya matahari terbenam.
Kakek tersenyum, jemarinya yang keriput memetik satu dompol anggur dengan sangat hati-hati, seolah sedang memegang permata berharga. “Sebab ia adalah simbol kesabaran dan kemuliaan, Cu. Di dalam kitab suci, anggur disebut berkali-kali sebagai hidangan bagi penghuni syurga.”
Kakek kemudian menjelaskan tiga alasan mengapa anggur begitu istimewa:
Tumbuh dengan memanjat: anggur tidak berdiri sendiri dengan batang yang kaku. Ia merambat, mencari sandaran, dan terus naik menuju cahaya. Seperti manusia yang harus terus berusaha naik derajatnya. Keindahan dalam Kebersamaan: Anggur jarang tumbuh sendirian. Ia selalu mengelompok dalam satu dompolan (cluster). Ini mengajarkan kita tentang pentingnya berjamaah dan persaudaraan.
Rasa yang berlapis: ada rasa manis yang legit, sedikit asam yang segar, dan aroma yang menenangkan. Sebuah perpaduan rasa yang tidak membosankan.
Sore itu, kami menikmati anggur tersebut. Begitu kulit tipisnya pecah di dalam mulut, rasa manis yang dingin seolah membasuh kerongkongan. Ada sensasi segar yang luar biasa, seakan-akan rasa lelah setelah seharian bekerja menguap begitu saja.
“Rasanya tenang sekali, Kek,” bisikku.
“Itulah bayangan kecil dari Surga,” jawab Kakek. “Sesuatu yang diciptakan Tuhan untuk mengingatkan kita bahwa ada tempat yang jauh lebih indah dari dunia ini, di mana buah-buahannya tidak pernah busuk dan rasanya tak pernah hilang.”
Sejak hari itu, setiap kali aku melihat buah anggur, aku tidak hanya melihat makanan. Aku melihat sebuah janji. Janji tentang keindahan, ketenangan, dan kemuliaan yang menanti bagi mereka yang sabar merambat menuju cahaya, persis seperti pohon anggur di gazebo Kakek. []
