Oleh: Yusriani Nuruse
Pagi itu aku bergegas meninggalkan rumah, walau dalam keadaan kurang sehat, namun, semangat untuk jumpa perdana dengan sang inspiratorku Bang RIM membangkitkanku. Walau kedatanganku sedikit terlambat karena harus melayat dulu ke salah satu kerabat.
Setelah menerima pesan dari mentorku Bunda Gus kalau Bang RIM sudah ada di lokasi pertemuan, tepatnya di Taman Kalong Kota Soppeng, aku pun segera merapat ke sana dengan mengendarai sepeda motor Honda FitZku dengan kecepatan yang agak tinggi agar bisa segera jumpa Bang RIM. Kuparkir segera motorku dan berlari menghampiri mereka.
Kulihat Bang RIM sedang berfoto bersama teman-teman BN (BENGKEL NARASI)Soppeng dan juga anak-anak PAI (PENA ANAK INDONESIA) Soppeng asuhan Bunda Gus. Aku langsung bergabung dengan mereka agar tak ketinggalan momen berfose dengan mereka.Setelah beberapa kali jepretan, kubuka masker yg setia menempel di wajahku. Kudekati Bang RIM yang langsung mengenaliku dengan senyumannya yang sumringah membakar jiwa literasiku..
Setelah itu kami menuju gasebo yang ada di salah satu sudut Taman kalong. sanalah Panggung Literasi dimulai. Kami duduk melingkar bersama Sang Mentor Bang RIM dan anak-anak PAI.
Tak begitu lama, Bang RIM memulai narasinya yang sungguh luar biasa membakar jiwa dan semangat kami, singkat,padat dan penuh makna ditambah Ilmu spiritual yang sangat tinggi.
Sungguh aku berdecak kagum mendengar kalimat demi kalimat sang inspiratorku. Sungguh ini adalah pertemuan yang sangat luar biasa dan sangat kami rindukan. Pertemuan emas bagiku.
Bang RIM….
Kami akan selalu ingat wejangan-wejanganmu, pesan moralmu yang akan kami wariskan kepada anak-anak kami, terkhusus untuk anakku, Muh.Ashar Alghifari Anwar.
Momen pertemuan ini akan kami selalu rindukan, dan berharap akan terus terulang kembali, membakar semangat dan jiwa kami untuk terus mengangkasa bersama Bengkel Narasi, meraih sukses dengan penuh kerendahan hati yang bersandar pada Ilahi Rabbi.
Watansoppeng,29 Mei 2022
