Pertanyaan di facebook KEI ini turut mengundang reaksi dikalangan anggota Komumitas Epilepsi Indonesia. Pasalnya pernyataan atau pertanyaan itu terpublis di media sosial facebook Komunitas Epilepsi Indonesia (KEI). Senin, 18 Juli 2022.
Mayoritas reaksi itu bersifat positif dan mengandung motivasi bermanfaat bagi sesama anggota maupun pemirsa lainnya. Berikut bunyi pertanyaan yang mengundang rasa penasaran itu, “Apakah kena epilepsi kalau menikah mertua dan ipar harus tahu selain istri”.
Sontak saja pernyataan itu mendapat berbagai komentar berbau motivasi membangun dari para anggota KEI, khususnya motivasi dari penggagas komunitas ini, yakni bang Melky Oktav. Dalam akun tersebut ia menuliskan sebuah motivasi bagus banget.
Begini tulis bung Melky, terkait pertanyaan diatas, Harus dong, itu bukan sesuatu yang memalukan dan bahkan kalau positifnya jika suatu saat kambuh mereka atau lingkungan bisa membantunya dan tidak lagi menganggap itu kesurupan.
“Mungkin dia bukanlah istri yang sempurna, tapi jangan lupa calon suaminya pun bukanlah orang yang sempurna. Jika anda mau dia menerima kekurangan anda, sebaliknya terimalah dia dengan segala kekurangannya,” tulis Melky tegas.
Sambungnya lagi, bela lah dia disaat dia merasa malu dan tertekan karena epilepsinya.
“Dia hanya kurang disaat kambuh saja, sisanya dia adalah orang normal,” pesannya.
Selanjutnya Puput Siuput pemilik akun medsos Facabook yang juga anggota KEI menegaskan, Baiknya diberi tahu, apabila sewakt-waktu kambuh bisa diberi pertolongan yang tepat. “Saya saja sebelum menikah kelurga suami tahu semua, alhmdulilah mereka menerima aku, menyayangi aku seperti keuarga kandung sendiri,” tulisnya bahagia.
Hal senada disebutkan Agil Muslim, epilepsi Itu bukan aib nggak usah malu, nggak usah minder, kasih tahu semuanya, tetap semangat, hindari stress biar nggak kambuh.
Mirna Sham pun menuliskan, dulu aku menikah dengan orang yang kena epilepsi, tapi aku nggak tau kalau dia epilepsi. Orang selalu membicarakan suamiku kalau selalu mata lari ke atas trus dia seperti teler, lama-lama aku tahu.
“Alangkah baik nya di beri tahu,” tulis pemilik akun Phenny Susanty.
Ungkapan serupa dituliskan, Elisabeth Srie Rahayu, semua harus tahu.
Pemilik akun Widhianingtyas menuliskan, kalau perlu lingkungan diberi tau, biar jika kambuh di sembarang tempat ada yang paham dan nolongin.
“Jikapun ada yang nyinyir itu hanya satu banding seratus orang. Lebih banyak yang paham dan membantu. Juga bisa mengedukasi bagi yang belum tau penyandang epilepsi,” bebernya.
Kemudian pemilik akun Agus Susanto menegaskan pernyataan tersebut dengan menuliskan, berikan keterangan yang ada, tidak perlu disembunyikan jika ingin hidup tenang dan bahagia di rumah tangga nanti.
Mengutip alodokter bahwa Epilepsi adalah gangguan pada sistem saraf pusat akibat pola aktivitas listrik yang berlebihan di otak. Hal ini menyebabkan penyandang/pengidap epilepsi mengalami kejang secara berulang pada sebagian atau seluruh tubuh.
Maaf kata-kata penyakit ataupun penderita saya ubah menjadi penyandang atau orang dengan epilepsi. Hal ini untuk mengedukasi stigma dan pernyataan yang lebih berprikemanusiaan ketimbang membully.
