Buku : Jejak Perjuangan Para Raja Tandung Mataranna Massenrempulu Kabupaten Enrekang
Penulis : Hj. P. Buapala M.B.E
Penerbit : Pemerintah Daerah Enrekang
Tempat : Enrekang
Tahun : 2003
ISBN : –
Buku sejarah perjuangan para Raja Tanding Mataranna Massenrengpulu ini adalah salah satu dokumentasi sejarah perjuangan bangsa dari Sulawesi Selatan. Tidak banyak buku sejarah yang membahas tentang Enrekang yang juga dikenal dengan nama Bumi Massenrempulu, dan buku ini salah satu diantaranya. Penerbitan buku ini selain sebagai dokumentasi sejarah perjuangan, juga diharapkan akan memperkaya pemahaman masyarakat terutama generasi muda akan nilai nilai kejuangan pada pejuang dan pahlawan yang telah gugur membela tanah air.

Sebagaimana buku buku terbitan pemerintah lainnya, buku ini diawali dengan sambutan sambutan. Ada sambutan Gubernur Sulawesi Selatan waktu itu H.M. Amin Syam, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Ketua Himpunan Keluarga Massenrempulu, ada juga sambutan yang ditulis tangan, sambutan Bupati Enrekang, Kepala Dinas Pendidikan Enrekang, Kepala Dinas Pariwisata Enrekang, dan dari Ikatan Kerukunan Keluarga Toalala (IKKT).
Terdiri dari 10 Bab, diawali dengan bab pertama yaitu Pendahuluan, kemudian bab kedua tentang Tinjauan Kehidupan Kerajaan di Massenrempulu Kabupaten Enrekang. Pada bab ini diuraikan susunan raja raja di Enrekang mulai raja pertama sampai raja ke-14. Juga dibahas tentang latar belakang sejarah Massenrempulu Enrekang.
Bab ketiga dibahas tentant Sekilas profil Pancaitana Bungawalie yang merupakan Ratu (Arung) Enrekang ke-11. Terdapat pula Silsilah raja dan ratu Enrekang pada bagian ini mulai dari Toalala, Raja Enrekang ke-8 sampai Ratu Pancaitana BungawaliE ratu ke-11.
Bab keempat membahas tentang Masa Pernyataan Pendek, dimana banyak raja raja di Sulawesi yang takluk terhadap penjajahan Belanda, misalnya raja Bone La Pawawoi Karaeng Sigeri yang ditangkap oleh Belanda dan dibuang ke Bandung. Kekalahan La Sinrang di Pinrang, Calo Ammana Bewang yang ditangkap oleh Belanda dan dibuang ke Tanjung Pandang, pulau Belitung, Sumatra.
Bagian kelima diuraikan tentang kehidupan keluarga Biritta Bin Baso Enrekang, mulai dari asal usul, perlawanannya terhadap penjajahan Belanda dan lain lainnya. Selanjutnya ada latar belakang perjuangan di kabupaten Enrekang. Beberapa pembahasan pada bagian ini adalah perang fisik di Benteng Alla Baroko, perang di Kerajaan Maiwa, kerajaan Timbang, Tindalun dan perang di Tindalun Papi.
Pada bab bab selanjutnya ada pembahasan tentang hubungan kerajaan Limae Messenrempulu dengan kerajaan lain di Sulawesi Selatan. Usaha para penjajah Belanda untuk melumpuhkan para pejuang juga diuraikan secara ringkas.
Pada bagian akhir ada pemaparan tentang pelanjut pejuang para raja di Enrekang, kedatangan Andi Selle Mattola di Enrekang, penyerangan pangkalan induk Garege, strategi perang Andi Abubakar, kembalinya Hamid Ali ke Garege pada tahun 1947.
Berbagai lampiran dengan ukuran kertas lebar dan terlipat, ada pada bagian akhir buku ini. Ada kliping foto para pejuang, Silsilah Raja, foto sumber sejarah, foto gunung gunung di Enrekang dan lain lain.
Buku ini bagus dijadikan referensi untuk bahan penulisan sejarah Enrekang, namun juga banyak kekurangannya. Banyak nomor halaman tidak tercetak, ada beberapa halaman kosong, ada Bab yang tidak ada nomornya. Ada selipan beberapa halaman dalam bahasa Inggris yang tidak ada terjemahan dalam bahasa Indonesia. Silsilah yang menunjukkan hubungan antara Kerajaan Luwu, Bone, Soppeng, Wajo Ajattappareng dan Enrekang.


Saya atas nama syamsul jurusan sejarah peradaban islam menginginkan referensi seperti yang dijelaskan dibuku untuk saya kembangkan. Dimana saya bisa mendapatkan buku ini?
buku ini di tulis ibunda saya alamatnya di Enrekang
Silakan datang ke Perpustakaan Provinsi di Jalan St. Alauddin Makassar, atau bisa juga di perpustakaan daerah kabupaten kota tempat anda berada.