bontorihu

Judul : Sang Jenderal  (Judul Asli : De Laatste Generaal)

Penulis : H.J. Friedericy

Pengantar : Taufik Abdullah

Alih Bahasa : Keumalahayati

Penerbit : Ininnawa bekerjasama dengan KITLV Jakarta

Tempat : Makassar

Tahun : 2021

Jumlah Halaman : 175 + xiv

Ukuran : 14 x 20 cm

ISBN : 978-623-92955-4-7

Satu lagi novel fiksi sejarah karya H. J. Friedericy yang bertema lokal Sulawesi Selatan yaitu Bone. Novel berjudul asli dalam Bahasa Belanda De Laatste Generaal, pertama kali diterbitkan di Indonesia pada tahun 1991 oleh Pustaka Utama Grafiti. Kemudian pada tahun 2021 lalu, novel sejarah ini diterbitkan ulang oleh penerbit lokal Ininnawa yang ada di Makassar.

Kalau novel H. J. Friedericy sebelumnya yang berjudul “Sang Penasihat” bersetting tempat di Gowa dan waktu dekade awal abad ke-20, maka “Sang Jenderal” ini bersetting tempat di Bone dengan setting waktu akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Tokoh utama dalam novel ini adalah I Mappa, yang menjadi Aru (raja) Bontorihu di daerah pegunungan di ujung selatan kabupaten Bone. Aru Bontorihu yang akhirnya menjadi Panglima Perang kerajaan Bone terakhir sebelum jatuhnya kerajaan Bone.

Novel dibagi menjadi dua bagian, dimana bagian pertama dikisahkan tentang Kerajaan Bontorihu pada tahun antara 1870-1890 pada masa kepemimpinan I Base, putri Aru Lamuru yang ditunjuk menggantikan pamannya, Aru Bontorihu yang mangkat dan tidak meninggalkan putra mahkota.

Pada bagian pertama ini dikisahkan tentang negeri Bontorihu dan Arajang, dan segala keonaran yang muncul selama pemerintahan Ratu Bontorihu, kelahiran Mappa yang kelak menjadi Aru (Raja) Bontorihu menggantikan ibundanya yang wafat. Juga pengalaman I Mappa Bersama kakaknya I Tappa saat masih remaja dan kemudian di bawa ke Istana Raja Bone (Arumpone) di Watampone.

Pada bagian kedua dikisahkan tentang masa masa pemerintahan Aru Bontorihu (I Mappa) yang suka berburu rusa di pegunungan Bontorihu. Kadang juga Arumpone dan pejabat istana datang untuk berburu rusa. Aru Bontorihu memimpin pasukan Bone berperang melawan pasukan Wajo, serta taktik perang yang dijalankan sehingga pasukan Bone menang.

Pada bagian kedua ini juga di kisahkan tentang Aru Bakka, saudara sepupu Arumpone yang suka berpetualang sampa ke kerajaan di Jawa, melanglang buana sampai Johor dan Singapura. Intrik yang terjadi di Istana raja Bone, kehidupan rumah tangga Aru Bontorihu, yang menikah lagi dengan putri bangsawan dari Kajuara. Di ceritakan pula tentang persiapan perang melawan pasukan kompeni Belanda, pembantaian pasukan Belanda di sebuah rawa rawa sampai terakhir pembalasan pasukan Belanda yang meruntuhkan pertahanan pasukan Bone sampai perburuan sang Jenderal, Aru Bontorihu.

Sangat menarik membaca novel sejarah ini. Selain pembaca dapat memahami situasi pada masa masa sebelum jatuhnya kerajaan Bone (Rumpa’na Bone) di tangan penguasa Belanda, pembaca juga bisa menikmati suasana alam Bontorihu yang ada di ujung selatan Bone, juga suasana Watampone dan daerah daerah lain yang masih ada kerajaan kerajaan kecil pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.

Penggambaran suasana batin para pelaku dalam novel ini juga sangat apik. Ada kata kata Aru Bontorihu, I Base saat datang ke negeri Bontorihu untuk memimpin kerajaan kecil itu yang sangat terkenal, “Beginilah nasibku, terpaksa memerintah segerombolan monyet.”

Penulis novel ini meskipun berkebangsaan Belanda, namun karena pernah ditugaskan sebagai Pangreh Praja di kota Watampone, sehingga sangat fasih berkisah tentang segala hal berkaitan dengan Bone, Bontorihu, Lamuru, Kahu, Arumpone, Aru Bontorihu, Aru Bakka, Aru Ponceng dan lain lain.

Bagi penggemar sejarah lokal Sulawesi Selatan, khususnya Bone, buku ini sangat pantas dibaca, dikoleksi dijadikan bahan rujukan sejarah.

tt
(Visited 375 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Suharman Musa

Suharman Musa, seorang Pustakawan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.