Oleh: Artati Latif*

Petugas PPL atau biasa disebut Penyuluh Pertanian Lapangan sebagai salah satu ASN organik fungsional Kementerian Pertanian yang bertugas di wilayah pemerintah daerah.Tugas seorang PPL adalah menyelenggarakan kegiatan penyuluhan pertanian kepada pelaku pertanian khususnya pada subsektor tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, peternakan dan kesehatan hewan. Setiap PPL memiliki tempat binaan individu petani atau secara grup berkelompok tani di desa/kelurahan dalam lingkup wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian.

Balai Penyuluhan Pertanian atau BPP yang berada dalam wilayah kecamatan setempat sebagai markas PPL melakukan koordinasi dan konsolidasi kegiatan dan program pembangunan pertanian. Diantara tujuh BPP yang ada di Kabupaten Barru, BPP Tanete adalah salah satu BPP legendaris selain BPP Mallusetasi yang sejak awal menjadi markas komando para PPL. BPP Tanete didirikan sejak awal pelita pertama di zaman orde baru yang menghimpun segenap kekuatan penyuluh hebat dalam mensukseskan program swasembada pangan pemerintah.

Dalam sejarahnya, BPP Tanete memiliki wilayah kerja sebanyak 10 desa/kelurahan dengan luas kecamatan keseluruhan 79,17 kilometer persegi dan termasuk sawah garapan yang berstatus tadah hujan seluas 1947 hektare. Setiap wilayah kerja masing-masing diampu oleh satu orang PPL, baik PPL laki-laki maupun PPL wanita. Bahkan PPL wanita yang bergelar srikandi BPP Tanete mampu membina wilayah kerja hingga dua desa. Penulis yang mulai mengabdi sejak tahun 2023 di BPP Tanete dan telah mengawal dua wilayah kerja penyuluhan pertanian yaitu pertama Desa Lalabata dan saat ini pada Desa Corawali.

Dunia penyuluhan pertanian bagi penulis yang telah diawali sejak tahun 2015 silam adalah merupakan suatu profesi pengabdian kepada kemanusiaan. Pekerjaan yang menghadirkan rasa empati dan perhatian akan kelanjutan masa depan petani. Lahan pertanian yang menjadi fokus sebagai tempat prosesi produksi bahan pangan untuk eksistensi kehidupan dan kesinambungan program ketahanan pangan nasional. Tidak dinafikan bahwa peran PPL wanita sebagai simbolisasi srikandi yang kuat di dalam pelayanan penyuluhan pertanian di tingkat lapangan.

Kekuatan seorang srikandi PPL sebagai suatu keniscayaan yang harus dijalani mengingat sumpah jabatan profesi harus dijalankan. Fungsional PPL yang berperan ganda yaitu sekaligus menyandang status ibu yang melayani pemenuhan kebutuhan keluarga. Tantangan tugas kepenyuluhan akan berhadapan dengan kepentingan keluarga yang terkadang terjadi dalam kombinasi waktu yang bersamaan. Strategi penggunaan timing yang tepat didalam penyelesaian tugas antara hak dan kewajiban seorang manusia biasa yang telah tercatat sebagai ASN PPL.

Naluri seorang srikandi yang dinisbatkan sebagai perempuan kuat dan tangguh, sekiranya aliran energinya berharap menjadi titisan semangat untuk terus berkarya dalam pengabdian tugas penyuluhan. Tuntutan penugasan di dalam penyelenggaraan maupun pelayanan penyuluhan pertanian adalah tanggungjawab moral yang wajib dijalankan. Pembinaan kepada petani yang tersebar dalam berbagai kelompok dan beragam kelas kemampuan individu petani yang pastinya menghendaki pendekatan personal yang berbeda. Strategi komunikasi intensif dan kunjungan kelompok terjadwal menjadi pilihan metode penyampaian informasi.

Pada medan tugas penyuluhan, apapun dan bagaimanapun kondisinya, seorang srikandi PPL tetap konsisten, survive dalam menghadapinya. Keadaan eksisting lapangan menjadi bagian tanggungjawab yang tak luput dari pemantauan. Asistensi kepada para pelaku pertanian secara keseluruhan tak lepas dari kontrol dan monitoring srikandi PPL. Manajemen administrasi kepenyuluhan menjadi menu wajib ditambah pengaturan berbagai panduan administrasi kemitraan penyediaan sarana produksi petani setiap hari diselesaikan.

Demikianlah sekelumit dinamika tanggungjawab seorang srikandi PPL yang bertugas di BPP Tanete Rilau, sebuah BPP legendaris yang sejak dahulu menjadi home base bagi penyuluh yang memiliki integritas dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian. BPP sebagai tempat konsultasi klinik agribisnis sekaligus pusat layanan informasi kebijakan pembangunan pertanian pada tingkat kecamatan. Sehingga BPP sangat layak disebut sebagai embrio rumah lahirnya penyuluh dan statusnya akan melegenda menjadi bagian dari sejarah tempat bermukimnya para PPL yang berjuluk SRIKANDI.

*PPL Desa Corawali, Kementan RI
13 Februari 2026.

(Visited 39 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.