Di sore yang teduh ini, izinkan saya menyampaikan sesuatu yang lebih dari sekadar sapaan. Saat saya memandang wajah Bapak dan Ibu sekalian, yang saya lihat bukan hanya rekan sejawat, melainkan keluarga yang disatukan oleh rasa. Melalui kata-kata ini, saya ingin memeluk Bapak dan Ibu dengan penuh kehangatan, mendekap erat segala lelah yang mungkin sempat singgah, dan menggantinya dengan kenyamanan yang paling tulus di dalam rumah besar kita ini.
Lima tahun adalah perjalanan yang luar biasa dalam memahat kata dan merajai imajinasi.
Menjadi bagian dari Bengkel Narasi Indonesia selama lima tahun ini, adalah sebuah perjalanan hati yang tak ternilai. di Bengkel Narasi, setiap kata yang terucap dan tertulis menjelma tidak hanya sekadar deretan huruf, melainkan detak jantung yang menemukan rumahnya.
Saya menyadari bahwa kita tidak pernah berjalan sendirian. Ada hangatnya persaudaraan yang selalu menyertai setiap proses kreatif, mengubah keraguan menjadi keyakinan yang menguatkan.
Kehadiran Bapak dan Ibu di Bengkel Narasi adalah cahaya yang menyejukkan. Ibarat embun di pagi hari, semangat Bapak dan Ibu dalam merangkai aksara selalu mampu membasuh dahaga kreativitas kami semua. Terima kasih telah bersedia berbagi ruang hati, meluangkan waktu di tengah kesibukan, dan membawa jiwa yang penuh dedikasi untuk terus menghidupkan literasi. Bapak Ibu adalah alasan mengapa tempat ini selalu terasa seperti tempat pulang yang paling menenangkan.
Masih teringat dengan jelas, dari ruang diskusi sederhana hingga melahirkan karya-karya yang memukau.
Wadah ini konsisten memberikan nutrisi bagi akal dan jiwa. Kita menyaksikan bagaimana ide-ide mentah ditempa dengan kritik membangun dan dukungan tulus, hingga akhirnya mekar menjadi narasi yang mampu menggerakkan perasaan pembacanya.
Tahun 2026 ini menandai tonggak sejarah penting di mana semangat menulis kita justru semakin membara, bukan meredup oleh waktu. Bengkel Narasi bukan hanya tempat belajar teknik merangkai kalimat, melainkan sumber energi yang tak habis-habisnya untuk terus berkarya. Setiap tantangan menulis yang kita lalui bersama menjadi bahan bakar untuk terus mengeksplorasi kedalaman pikiran dan luasnya dunia melalui tulisan.
Ada kebanggaan tersendiri melihat bagaimana komunitas ini tumbuh dengan inklusivitas dan dedikasi yang tinggi. Kita merayakan keberagaman gaya bahasa dan perspektif, menyatukannya dalam satu visi untuk memajukan literasi di Kabupaten Kolaka Utara ini.
Di usia yang ke-5 ini, kematangan komunitas semakin terasa, memberikan rasa aman bagi setiap anggota untuk berani bermimpi dan mewujudkan mimpi tersebut menjadi buku atau naskah yang bermakna.
Sebagai Penutup Narasi
Jangan pernah merasa kecil dalam berkarya, karena bagi kami, setiap goresan pena Bapak dan Ibu adalah permata. Kami ingin Bapak dan Ibu tahu bahwa di sini, setiap cerita dihargai dan setiap keresahan didengarkan. Mari kita luruhkan sejenak beban di pundak, biarkan kehangatan pertemuan sore ini mengalir menjadi energi baru yang memulihkan. Di dalam dekapan komunitas ini, tidak ada yang berjalan sendirian; kita adalah satu irama dalam simfoni narasi yang indah.
Terima kasih, Bengkel Narasi Indonesia, telah menjadi pelabuhan ternyaman bagi imajinasi kami. Mari kita lanjutkan langkah ini dengan pena yang tetap tajam dan semangat yang terus berkobar. Semoga di tahun-tahun mendatang, semakin banyak narasi hebat yang lahir dari rahim komunitas ini, membawa cahaya bagi dunia literasi dan kebahagiaan bagi kita semua yang menyebut diri sebagai bagian darinya.
*Pertemuan kita di Taman Literasi hari ini adalah sebuah puisi yang sedang ditulis oleh takdir. Menjadi saksi bahwa di atas tanah ini, tali kasih yang kita pintal dengan benang-benang ketulusan telah menjelma menjadi rumah yang hangat bagi siapa saja yang rindu akan kesejukan kata*
Selamat ulang tahun yang ke-5 Teruslah memberi arti dan mengispirasi.
Salam Literasi
Dari Taman Literasi Kolaka Utara.
#AH

Keren adiku, teruslah menulis sambil memeluk kemanusiaan, menulis sambil mengurus kehidupan, menulis sambil menginspirasi dan menulis sambil berbagi