Oleh : Yusriani Nuruse

Bu Siti seorang warga desa di tempat kami. Ia hidup seorang diri di rumah warisan orang tuanya yang telah lama menghadap Ilahi.
Ia ingin sekali memperbaiki rumahnya yang hampir roboh, atapnya yang bocor, bahkan bagian dapur rumahnya sudah roboh akibat ditimpa pohon tumbang beberapa bulan lalu serta menghancurkan segala perabotan Bu Siti. Dinding bagian belakang rumahnya juga sudah tak ada. Tiang-tiangnya pun sudah lapuk. Listrik tak ada.

Namun jangankan untuk memperbaiki rumahnya, untuk keperluan sehari-hari pun Bu Siti harus berjuang sendiri. Dulu saat Bu Siti masih kuat, ia sering ikut “Maddaros”, istilah buruh panen padi di kampung kami.Namun seiring berjalannya waktu, tenaga Bu Siti semakin berkurang. Ia sudah tidak mampu lagi melakukan pekerjaan berat yang menguras tenaganya. Umurnya semakin menua tapi ia tak mau berpangku tangan agar bisa tetap bertahan hidup. Dengan berkebun kunyit di samping rumahnya, setelah panen ia olah menjadi kunyit bubuk kemudian dijual sendiri.Harganya tak seberapa hanya cukup untuk makan.
Saat malam tiba, Bu Siti kerap takut bermalam di rumahnya. Tetangga Bu Siti memberi tumpangan di malam hari agar Bu Siti bisa beristirahat dengan tenang, dan kembali ke rumahnya di siang hari.
Ibu Siti ingin sekali menikmati masa tuanya di rumah yang layak huni. Namun semua itu hanya angan-angannya saja.
Orang baik, adakah hati kita terketuk untuk mewujudkan impian Bu Siti?

Watansoppeng, 3 Oktober 2021

(Visited 42 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.