Zakiah Latif

Ibu adalah lokomotif  jalannya kehidupan bagi anak-anaknya. Ibu adalah samudera kasih sayang. Ibu adalah doa kesuksesan dunia akhirat.

Kata-kata di atas bukanlah sebuah puisi dan juga bukan sebuah pantun. Tapi itu adalah segores kisah kehidupan dari masa lalu ke masa yang akan datang. “Anak adalah amanah, maka jagalah amanah itu agar tidak tercecer kejalan yang gelap.”

Wahai para ibu seandainya Anda diberikan sekarung emas dan harus digendong sampai ke rumah, saya yakin Anda akan melakukan segala upaya untuk menjaganya dari berbagai gangguan. Walaupun melewati gurun gersang sekalipun Anda tidak akan beristirahat karena takut akan adanya penyamun, juga tidak akan tidur walau sekejap pun karena takut dicuri orang. Anak Anda adalah amanat Allah Swt yang melebihi sekarung emas.

“TUHAN Maaf Kami Sedang Sibuk “, Ahmad Rifai Rif’an.

Orang tua  adalah pembuat dan pembawa amanah. Sebuah amanah bila disia-siakan, maka  jangan berharap akan ada kebaikan padanya. Anak terkadang jadi musuh dan terkadang jadi teman yang menyenangkan. Percaya itu.

Dalam Al-Qur’an dinyatakan,”Anak itu terlahir putih bersih, orang tuanyalah yang menjadikannya berwarna.”

Nah, bila kita tahu orang tua adalah penyebab kita berwarna, lalu mengapa orang tua kita tidak menjadikan kita semua berwarna Indah dan menarik?”

Untuk menggiring mereka ke tempat yang lebih utama, tugas orang tua tak perlu banyak. cukup seperti apa yang di lakukan nabi kepada anaknya.

 Pertama, memberinya nama yang baik. Nama yang baik adalah merupakan doa yang baik bagi si anak.

Kedua, memberinya pendidikan agama sejak dini. Dalam hal ini, biasakanlah memperdengarkan suara Anda dalam melafalkan ayat-ayat Al-Qur’an. Meski surah-surah pendek di telinganya saat kita menyapihnya.

 Bila si kecil telah lahir, maka ucapkanlah doa yang dianjurkan oleh nabi agar segala penyakit dan kebodohan tidak mudah terjangkit. Mengapa? karena bodoh adalah sebuah penyakit keteledoran.

Inni U-iidzuka bikalimaatillahit taammati minkulli Syaithoniw wahammmatiw wa kulli ‘ai-nin Lammatin.

Yang sempurna dari segala gangguan syetan dan gangguan binatang, serta gangguan sorotan mata yang dapat membawa akibat buruk bagi apa yang dilihatnya.” (HR Bukhari)

Membiasakan si bayi dalam keadaan aman dan nyaman dari rasa basah dan lembab. Bila si kecil pipis, usahakan membersihkannya dengan di cebo pakai air, bukannya hanya dilap.

Ketiga, memberinya perlindungan. Dalam konteks Islam,berikanlah rasa aman dan nyaman bagi si kecil dengan menjaga kebersihan tempat tidur dan pakaiannya. Ingat anak adalah amanah, maka jagalah amanah itu jangan sampai tercecer ke tempat gelap dan sadis.

Dari  bayi ke keadaan merangkak, duduk, berdiri, dan berjalan itu adalah proses alami yang dihadapi oleh setiap anak yang lahir normal. Ini adalah kategori biasa. Yang luar biasa jika anak usia dini sudah pandai menghapal beberapa doa pendek dan beberapa ayat suci dari Al-Qur’an. Tidak menutup kemungkinan anak Andalah yang ajaib itu.

Anak yang hebat belum tentu lahir dari orang tua yang biasa-biasa saja. Pasti ada andil besar dari kedua orang tua.  Anak yang hebat terlahir dari hasil usaha kedua belah pihak. Hasil dari anak itu sendiri dan hasil dari penuh perhatian dari kedua orang tuanya.

Keempat, selalu mendoakan yang terbaik. Doa itu perlu. “Tiga orang yang doanya pasti terkabulkan,doa orang yang teraniaya, doa seorang musafir dan doa orang tua terhadap anaknya.” (Sunan Abu Daud )

Kelima, memberinya perhatian penuh. Anak tak hanya dilahirkan, ditunggu hingga remaja, dan dewasa. Bukan itu caranya. Anak butuh perhatian. Perhatian sekecil apa pun itu bisa mengantarkannya ke jenjang kesuksesan yang lebih besar. Bertumbuh dan tumbuh menjadi manusia-manusia ajaib.

Ketika Tuhan menciptakan manusia, pasti punya rencana untuk menjadikannya yang terbaik. Bukan menjadi manusia yang biasa-biasa saja. Yakinlah itu. Perhatian ini terbagi dalam beberapa sesi.

Pertama, tentang makanannya. Sebelum acara makan dan minum di mulai, pastikan semua alat dalam keadaan bersih total.Ingat jangan biasakan anak anda minum dari sisa orang lain.

Kedua, tentang pakaiannya. Pilihkanlah yang baik, yang menutup auratnya, dan yang menutup tubuhnya secara lahiriyah dan batiniyah. Pakaian adalah kunci kehormatan diri dalam menaungi tubuh yang terlahir telanjang.

Terlebih pada anak perempuan. Pakaian adalah sumber kelembutan dan ketegasan baginya. Bagi anak lelaki yang menjadi sumber kelembutan dan ketegasannya adalah sifat egoismenya dan sifat kekerasannya. Intinya pakaian yang baik adalah pakaian takwa.

Bila anak menjelang remaja atau dewasa, pakaian memegang peranan yang sangat penting. Derajat rambut di kepala sama dengan rambut di kemaluan.

Apa yang menjadi kemaluan kita tentu itu yang ditutupi. Pokok bahasan aurat adalah rambut. Semua yang ditumbuhi rambut wajib di lindungi dan ditutup dari pandangan lawan jenis. Karena itu, jilbab bagi muslimah adalah pakaian wajib. Islam itu indah. Islam itu mengatur keselamatan dan kehormatan perempuan.

Kewajiban menutup kepala atau rambut bagi perempuan tercantum dalam Al-Qur’an surah An-Nur: 30-31 dan Al-Ahzab: 59.

Bagi perempuan salehah/anak gadis dianjurkan agar:

  • Menjaga dirinya jangan sampai ada yang merusaknya. Mengapa? karena perempuan itu hidupnya bagai telur di ujung tanduk;
  •  Selalu menjaga waktu shalatnya;
  • Menjaga kebersihan mulut. Gigi dan gusi yang ditempati bersarang sisa-sisa nasi atau makanan. Merupakan pemicu timbulnya berbagai macam penyakit mulut. Sariawan, gusi bau, gigi sakit. Gosoklah gigi sebanyak dua kali dalam sekali mandi.
  • Menjaga pakaiannya, auratnya. Pakaian yang pantas dikenakan oleh muslimah adalah yang menutup seluruh tubuhnya. Nabi mengharamkan perempuan yang berpakaian seperti laki-laki;
  • Menjaga pandangannya. Pandangan mata nilainya sama dengan laki-laki, sama-sama harus menahan pandangan mata terhadap lawan jenis. Kecuali dalam hal-hal tertentu. Seperti antara guru dan murid. Antara tamu dan tuan rumah, antara muhrim dan muhrim, antara dokter dan pasien, antara anak dan orang tua, teman karib dan teman karibnya, serta antara si penolong dan si tertolong.
  • Menjaga  sifat-sifatnya, perkataanya, perbuatannya.

Ketiga, tentang tempat tinggalnya. Tempat tinggal yang baik adalah rumah kita sendiri. Rumah yang tidak ada manfaatnya adalah rumah yang dihuni oleh banyak keluarga, tapi tidak dibina salat berjamaah di dalamnya. Anak-anak semenjak masih kecil biasakan tidak ada yang suka berkata jorok, kotor, sembrono, dan sembarangan.

Sebaik-baik perhiasan adalah anak yang saleh atau takwa. Takwa artinya takut kepada Allah, takut akan siksanya yang pedih, takut akan azab Allah Swt, adalah ajaran yang perlu di pahamkan pada anak sejak dini.

Jagalah dirimu, dan keluargamu dari siksa api neraka, yang bahan bakarnya batu dan manusia.” 

Keempat, tentang kasih sayang Anda. Kasih sayang itu bernama rahim. Semua manusia yang lahir pasti dari rahim. Rahim ibu yang begitu teduh dan menyenangkan.

Bahkan sejak dalam rahim ibu, kita diberi ruang yang gelap namun kita tak pernah merasakan kegelapan itu. Kita diberi ruang sempit namun kita tak pernah merasakan kesempitan dalam perut ibu. Kita diberi napas, namun kita tak pernah rasakan sesak napas dalam perut ibu. Subhanallah, betapa Allah Maha Adil dan Maha Segala-galanya. Itulah rasa kasih sayang Allah Swt yang ditumpahkan ke dalam rahim ibu sejak kita berumur 0 bulan hingga 9 bulan dan lahir ke dunia. []

(Visited 61 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.