Dalam perjalanan masa, Allah memberikan waktu setahun sebanyak dua belas bulan. Satu bulan diantaranya adalah bulan Ramadan, dimana pada bulan tersebut Allah SWT memberikan kepada setiap hambanya khususnya bagi kaum muslim sebagai bulan untuk menempa diri agar makin tumbuh menjadi pribadi yang tangguh. Ketika bulan Ramdhan datang, kita baiknya menyambutnya dngan sangat baik layaknya tamu istimewa. Di bulan ini, kita dianjurkan mengisinya semaksimal mungkin perbuatan-perbuatan yang baik sesuai tujuannya, sebagaimana yang Allah firmankan dalam Al-Quran sbb :
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.” (QS : Al-Baqarah (2): 184 ) dilanjutkana di ayat berikut:
“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasanpenjelasan mengenai petunjuk dan pembeda antara yang benar dan yang batil. Karena itu, barang siapa diantara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah.” (QS: Al Baqarah [2]: 185)
Di dua ayat tersebut, Allah menyeru pada setiap maausia yang beriman (bukan menyeru pada semua manusia) untuk melakukan puasa agar menjadi orang yang bertaqwa. Taqwa dalam kedudukan islam merupakan derajat tertinggi setelah beriman (percaya). Untuk meraih derajat taqwa, tentu ada beberapa tahapan yang harus dilewati, yang di dalamnya mengandung banyak perajaran.
Di bulan Ramadan, salah satu perbuatan yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak membaca Al-Quran. Al-Quran mengandung petunjuk, pelajaran, sejarah dan hikmah yang sejalan dengan kehidupan manusia, agar setiap manusia menjadi mampu dan lapang menjalani kehidupannya di dunia dengan selamat, bahagia, dan sejahtera hingga dimudahkan ketika menghadapi sakaratul maut yang amat sakit, hingga keadaan di kubur sampai keadaan hari kiamat.
Berpuasa tidak hanya sekedar menahan lapar dan haus, melainkan lebih dari itu. Oleh sebab itu, dengan berpuasa yang dilakukan oleh setiap manusia, maka tentu harus disertakan dengan sikap ikhlas, sabar, jujur, semangat, dan berhati-hati, dll sikap yang baik. Dengan sikap ikhlas dalam menjalankan puasa, maka membuat hati kita tidak terbebani dengan beratnya rasa lapar dan haus. Kita melakukannya dengan niat karena hanya ingin mendapatkan anugrah pahala puasa. Dengan sikap sabar, maka kita akan menjalani puasa tanpa harus memaksakan keadaan yang jauh dari kemampuan dan menahan segala rintangan yang akan membatalkan puasa. Dengan berpuasa pula, menuntun kita untuk belaku jujur. Karena yang tahu pasti kita berpuasa hanya kita dengan Allah SWT. Bisa jadi kita melakukan makan atau minum di kamar kala sendirian, tapi dengan hanya berharap pahala puasa, maka hal-hal yang membatalkan puasa kita upayakan untuk menghindarinya. Begitu juga dengan sikap semangat yang kita miliki, maka akan memacu kita untuk memperbanyak melakukan amalan-amalan untuk menambah pahala yang Allah siapkan berlipat ganda dibandingkan di bulan lainnya. Misalnya memperbanyak membaca Al-Quran, bersedekah (berbagi yang menimbulkan sikap pekaterhadap orang yang kurang mampu), berdoa, I’tikaf, dan lain-lain amalan wajib maupun sunnah. Yang tidak kalah pentingnya dalam berpuasa adalah sikap berhati-hati, karena karena tanpa hati-hati, setiap manusia akan gampang melakukan kesalahan yang bisa jadi berakibat fatal pada diri manusia itu sendiri. Dalam hal ini, berhati-hati berucap dan berhati-hati berbuat sesuatu, jangan sampai mempengaruhi nilai pahala puasa yang dilakukan, yang tentu diharapkan akan berbekas dan menjadi kebiasaan di hari-hari selanjutnya.
Untuk hari ini, jumat tanggal 7 Mei 2021, Puasa kita sudah berada pada 1/3 malam terakhir, yang sekiranya kita mampu melewati 2/3 malam sebelumnya dengan sempurna ( 1/3 malam merupakan ampunan, 1/3 malam merupakan rahmah), maka inysa Allah kita akan terbebas dari api neraka apabila ajal menjemput saat ini. di 1/3 malam terakhir ini, sebahagian ulama mengatakan bahwa ada satu malam yang lebih baik dari seribbu bulan yang dinamakan malam “Lailatul Qadar.” masya Allah. semoga kita mendapatkan berkah dari satu malam tersebut yang nilainya lebih mulia dari seribu bulan.
Dengan menjalankan ibadah puasa, maka manusia akan menjadi lebih baik dari sebelumnya karena ditempa dengan sikap-sikap yang baik dan mulia, karena pada dasarnya, kaum yang melaksanakan puasa adalah kaum yang terbaik yang mampu menyeru pada kebaikan karena dirinya sudah tertempa dengan keadaan yang baik, sebagaimana firman Allah sebagai berikut :
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah….” (QS :Ali Imran[3] : 110)
Hanya manusia yang baik yang mampu dan pantas menyuruh pada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran yang mengantarkan pada ketaqwaan, karena ketaqwaan dapat diraih dengan jalan memperbaiki diri. Hal ini dapat diraih, hanya dengan puasa yang sebenarnya. Semoga bulan Ramdhan ini menempa kita menjadi pribadi tangguh. Maka wajarlah jika bulan Ramadan dianggap sebagai bulan Tarbiah, bulan Pendidikan, bulan yang mampu mendidik setiap insan menjadimanusia yang tangguh apabila kita melaksanakannya dengan sempurna. Semoga bulan Ramadan di tahun ini menjadikan kita semua menjadi menjadi muslim yang baik, begitupun dengan umat agama yang lain yang mampu menghargai bulan Ramadan sebagai bulan khusus buat umat muslim, toleransi berjalan, damaipun teripta diantara sesama saudara sebangsa.

