Sebut saja namanya Mawar. Ditemani Kumbang, suaminya, mereka menghabiskan waktu enam jam berbelanja di mal.

“Beb, ini diskon semua!” Mawar kegirangan. Kumbang hanya menganggukkan kepalanya sambil berjalan mengikuti Mawar. Ya begitulah nasib para suami yang mengantar istri berbelanja.

Setibanya di rumah, mereka membongkar tumpukan belanjaannya. Kebetulan ada Melati, sepupunya yang sedang mampir mengantarkan pesanan kue.

“Mel, lihat nih… diskon semua!” Melati memperhatikan satu-persatu belanjaan Mawar.

“Yang ini memang harganya segini. Ini juga sama, nggak didiskon juga harganya segini.” Melati pun memperlihatkan lapak online di ponselnya.

Raut wajah Mawar langsung berubah. Ibarat langit biru yang mendadak ditutupi awan kelabu.

“Jadi, aku ketipu dong?” Mawar pun menangis, sementara Kumbang sengaja tidak menampakkan perubahan ekspresi meskipun uang THR-nya pasti sudah ludes.


Sahabat, diskon adalah salah satu jenis godaan retail yang ditawarkan pemasar, apalagi menjelang lebaran seperti saat ini. Bagi konsumen, memburu diskon adalah hal yang wajar dilakukan. Namun, tidak semua produk yang didiskon benar-benar dipangkas harganya.

Ada diskon yang menjebak dengan terlebih dahulu mendongkrak harga. Cara ini paling sering dilakukan pemasar. Mereka menaikkan harga barang sampai di atas harga sewajarnya. Lalu, untuk menarik konsumen, barang tersebut ditawarkan dengan diskon tanpa mengurangi harga retailnya.

Jebakan diskon semacam ini juga dilakukan pemasar yang ingin menjual barang cacat tanpa ada penjelasan sebelumnya. Konsumen memang mendapat diskon yang sesuai, tapi tidak mengetahui kalau produk yang dibeli sebenarnya cacat.

Jebakan kedua adalah Buy One Get One (BOGO). Faktanya, pemasar menaikkan harga sebuah produk lebih mahal dari harga satuannya. Selanjutnya, mereka menambahkan produk kedua dengan gratis. Konsumen memang tidak membayar harga untuk dua produk. Namun, konsumen juga sebenarnya tidak membayar untuk satu buah produk.

Tidak semua tawaran BOGO menjebak konsumen. Namun, jika kita tidak teliti, kita bisa membayar lebih mahal dari yang seharusnya. Kata “free” sering dipakai pemasar agar konsumen membeli lebih banyak atau bersedia membayar lebih mahal.

Jebakan ketiga adalah “Tawaran Kedua”. Mungkin Mawar juga pernah ditawari produk lain yang harganya lebih murah dari produk yang sebenarnya ia idamkan? Nah, mungkin saja sebenarnya saat itu ia sedang “dijebak” oleh tawaran pemasar. Cara lainnya, pemasar juga mungkin menawarkan produk lain setelah Mawar bersedia membayar untuk produk pertama.

Teknik “tawaran kedua” bukanlah benar-benar jebakan diskon. Tujuannya adalah agar konsumen mau membeli sebanyak-banyaknya produk. Bagi kita yang sedang berhemat, tawaran ini akan menjebak kita untuk membeli. Pada akhirnya, rencana kita untuk berhemat menjadi berantakan.

Selain jebakan diskon belanja offline, jebakan diskon pun banyak terjadi pada platform belanja online. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang, beragam toko online menawarkan diskon setiap hari.

Nah, Mawar juga harus hati-hati jika berbelanja online. Berikut ini tips agar ia terhindar dari jebakan diskon saat berbelanja online.

Pertama, pahami jenis promo dan ketentuan. Besaran diskon memiliki maksud yang berbeda-beda. Misalnya, diskon 30% namun harus membeli minimal Rp200.000. Begitu pula promo cashback yang tidak diberikan secara langsung, melainkan lewat uang digital dan nominalnya biasanya juga tidak besar. Perhatikan besaran diskon dan pastikan dulu sebelum membayarnya. Faktanya, banyak konsumen yang akhirnya terpaksa melakukan pembayaran untuk harga barang yang tidak sesuai dengan perkiraan.

Kedua, hati-hati karena tidak semua produk berkualitas. Ada beberapa alasan mengapa produk tersebut dijual dengan potongan harga. Produk tersebut bisa saja merupakan stok lama yang ingin segera dihabiskan. Beberapa produk yang lain kemungkinan memiliki kekurangan atau cacat produksi di bagian tertentu sehingga harganya bisa lebih rendah. Namun, ada juga produk yang memang memiliki kualitas yang meyakinkan. Karena itu, Mawar harus lebih teliti mengecek kualitas dari produk yang ingin ia beli.

Ketiga, bandingkan beberapa harga produk. Tidak jarang, penjual telah menaikkan harga produk sebelum memberikan harga diskon. Ini hampir sama dengan pengalaman Mawar berbelanja offline. Karena itu, untuk menghindari pembelian produk yang ternyata memiliki harga yang sama saja baik didiskon maupun tidak, bandingkan harga produk di berbagai toko.

Keempat, pilih merek yang sudah lama dipakai. Merek populer biasanya memiliki kualitas yang lebih baik. Karena itu, ketika ada diskon meskipun produk lama, kemungkinan untuk mendapatkan kualitas terbaik pun masih tetap besar. Selain itu, memilih produk dengan merek yang sudah lama dipakai juga sangat menguntungkan meskipun diskon yang diberikan lebih kecil karena kita sudah tahu kualitas dari merek tersebut.

Kelima, perhatikan testimoni dari berbagai toko. Setiap toko memiliki penawaran diskon atau promo yang berbeda-beda. Karena itu, sangat disarankan untuk mengunjungi beberapa toko. Tidak hanya untuk membandingkan harga, melihat testimoni atau reviu dari berbagai produk juga upaya mendapatkan produk berkualitas dengan harga terbaik.

Nah, sudah paham tentang jebakan-jebakan diskon, kan? Yuk ah, kita belanja lagi, tetapi jangan terjebak seperti Mawar, ya? Mau ke mana kita hari ini? []

(Visited 84 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Abah Iyan

Sosiopreneur, Writerpreneur & Book Publisher

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.