Setiap tahunnya pada tanggal 1 Juni kita selalu memperingati hari lahirnya Pancasila. Penetapan tersebut bertujuan agar pemerintah, masyarakat dan seluruh komponen bangsa terutama para generasi muda memperingati Pancasila sebagai ideologi bangsa. Sebagai generasi milenial, mereka harus tahu bagaimana sejarah lahirnya Pancasila.

Sejarah Hari Lahir Pancasila 1 Juni

Sejarah hari lahir Pancasila berawal dari kekalahan Jepang pada perang Asia Timur Raya. Jepang berusaha mendapatkan hati masyarakat dengan menjanjikan kemerdekaan kepada Indonesia dan membentuk sebuah lembaga yang tugasnya untuk mempersiapkan hal tersebut. Secara garis besar, BPUPKI dibentuk untuk ” menyelidiki hal-hal yang penting sekaligus menyusun rencana mengenai persiapan kemerdekaan Indonesia”. BPUPKI bersidang sekitar hampir 5 hari,kemudian pada hari terakhir, tanggal 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan gagasannya terkait dasar negara Indonesia, yang dinamai ” Pancasila”. Panca artinya lima, sedangkan sila artinya prinsip atau asas. Soekarno mengemukakan dasar-dasar sebagai berikut : Kebangsaan Indonesia atau nasionalisme, Kemanusiaan atau internasionalisme, Mufakat atau demokrasi, Kesejahteraan sosial, Ketuhanan yang berkebudayaan. Setelah melalui proses persidangan dan lobi-lobi akhirnya rumusan Pancasila hasil penggalian Bung Karno tersebut berhasil dirumuskan untuk dicantumkan dalam Mukadimah Undang – Undang Dasar 1945, yang disahkan dan dinyatakan sah pada Sidang PPKI tanggal 18 agustus 1945 .

Tema peringatan hari lahir Pancasila tahun 2021 ini adalah ” Pancasila dalam tindakan bersatu untuk Indonesia Tangguh”. Pancasila lahir sebagai pijakan bangsa. Pancasila ada sebagai perekat bangsa. Perekat kebhinnekaan Indonesia, yang mengandung nilai-nilai luhur untuk pedoman berbangsa dan bernegara. Dan Pancasila adalah falsafah hidup bangsa. Semangat pancasila adalah semangat persatuan dan kesatuan yang diaplikasikan dalam kehidupan ber Ketuhanan Yang Maha Esa, mewujudkan kemanusiaan yang adil dan beradab di seluruh sektor kehidupan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila merupakan identitas dan jati diri bangsa Indonesia, yang menguatkan simpul-simpul persatuan dalam keberagaman.

“Aku tidak mengatakan, bahwa aku menciptakan Pancasila. Apa yang Kukerjakan hanyalah menggali jauh ke dalam bumi kami, tradisi-tradisi kami sendiri, dan aku menemukan lima butir mutiara yang indah “. ( Bung Karno)

Membumikan Pancasila pada generasi milenial

Kelima sila merupakan tuntunan yang wajib kita ajari, contohkan kepada anak-anak kita sebagai generasi penerus cita-cita bangsa agar kelak mereka paham arti tenggang rasa dan saling menghormati yang telah menjadi budaya asli Indonesia. Mereka harus menjadi benteng yang kokoh dan tangguh, siap berdiri di garis paling depan sebagai pelindung dan penjaga Pancasila. Nilai- nilai Pancasila harus tetap dipahami dan diamalkan di tengah arus globalisasi di Indonesia. Generasi milenial menjadi obyek utama yang harus didorong untuk tetap mengamalkan nilai luhur tersebut. Ini bertujuan agar agar Pancasila tidak tergerus oleh berbagai faham yang bisa memecah kedaulatan bangsa.

Sebagai generasi harapan bangsa, generasi milenial sekarang diharapkan untuk selalu menjaga, membumikan dan melestarikan Pancasila agar fungsi dan nilainya tidak punah. Generasi milenial sangat berdampak besar di era globalisasi seperti sekarang. Karena pengaruhnya yang sangat besar, maka dibutuhkan suatu pedoman atau acuan bagi generasi milenial untuk berglobalisasi dengan baik dan benar, agar nantinya para milenial bisa menyikapi dengan tidak menyimpang atau tidak sesuai dengan ajaran dan budaya Indonesia. Generasi milenial memainkan peran yang sangat penting dalam keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara karena generasi ini memiliki keunggulan dibidang kreativitas yang tinggi, penuh percaya diri serta terkoneksi antara satu dengan yang lainnya. Tetapi karena hidup di zaman sekarang serba praktis, generasi ini cenderung ingin segala sesuatunya secara instant.

Hal ini yang menjadikan milenials sebagai titik kritis bagi masa depan negara dan bangsa. Di era yang serba teknologi seperti sekarang terbukti memberikan jaminan akses dan kecepatan dalam memperoleh informasi. Tetapi seringkali malah menimbulkan jarak dan membuat tidak komunikatif lagi. Bahkan banyak yang berujung rusaknya hubungan antar lainnya. Maka dari itu pedoman Pancasila harus dipegang sebagai prinsip para generasi milenial, agar tidak gampang terpengaruh oleh radikalisme dan dan tindakan intoleran ditengah derasnya arus informasi yang beredar bebas di media sosial dan internet.

Nilai yang terkandung di dalam Pancasila yaitu semangat bersatu, menghormati perbedaan, rela berkorban, pantang menyerah, gotong royong, patriotisme, nasionalisme, optimisme, harga diri, kebersamaan, dan percaya pada diri sendiri. Pancasila harus dijadikan cara hidup seluruh anak bangsa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pancasila tidak perlu lagi diajarkan secara formal dengan cara yang kaku, tetapi hal yang penting yaitu prakteknya.

Dalam melaksanakan langkah itu perlu diwadahi oleh kelembagaan untuk bersama-sama menerapkan nilai Pancasila melalui sistem dan cara kekinian. Dan inilah tugas generasi milenial untuk tetap menjaga dan melestarikan Pancasila agar fungsi dan nilainya tidak punah. Kita hanya perlu berkembang dan belajar dalam bidang yang kita minati dengan jalan yang benar dan harus selalu memupuk diri terhadap sikap kritis, nasionalis, dan spiritualis guna membangun dan memajukan bangsa Indonesia.

Membumikan nilai- nilai Pancasila dapat dilakukan melalui hal-hal berikut:

  1. Menjaga toleransi atau saling hormat menghormati antar umat beragama agar tercapai kedamaian dan kenyamanan bersama.
  2. Menghargai perbedaan di tengah masyarakat yang terdiri dari banyak suku, agama, ras, dan adat istiadat (SARA).
  3. Meningkatkan kreativitas dan inovasi dari diri sendiri untuk memajukan bangsa Indonesia.
  4. Ikut serta dalam pemilihan umum dengan kita menggunakan hak pilih atau mengajak orang lain untuk menggunakan hak pilihnya.
  5. Selalu berusaha sebaik mungkin untuk membantu orang-orang yang sedang dilanda kesulitan.

Semoga Nilai-nilai Pancasila yang luhur akan selalu terpatri di hati sanubari bangsa Indonesia terutama generasi muda harapan bangsa. Tangguhkan semangat kebhinnekaan. Jaga kesatuan dan persatuan NKRI.

Selamat Hari Lahir Pancasila. Teruskan cita-cita luhur pendiri bangsa, jangan sampai Pancasila hanya menjadi legenda semata.

Sumber :

  • https://tirto.id
  • Indozone
  • Yooreka.id

Watansoppeng, 29 Mei 2021

(Visited 104 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: