Catatan batin : Ruslan Ismail Mage
Rabu malam, 28 Juli pukul 08.00 terdengar bunyi ponsel. Ada pesan masuk lewat WhatsApp. Namun, saya tidak langsung membukanya karena sedang menyelesaikan tulisan. Maklum, sebagai kuli tinta kadang harus mengabaikan hal-hal di sekitar agar bisa fokus. Jika tidak, ide yang hinggap di kepala bisa terbang karena tidak langsung diikat dalam bentuk tulisan.
Selesai mengikat beberapa ide, saya buka pesan WhatsApp yang masuk tadi. Sahabat pemelajar Bengkel Narasi (BN), tahukah siapa yang mengirim pesan dari salah satu sudut kampung yang begitu jauh di bagian timur Indonesia? Dia seorang sahabat yang rendah hati. Begitu senangbisa bergabung di rumah jiwa kita di angkasa BN. Ia sahabat baru kita, keluarga baru kita yang akan selalu berbagi cerita di BN. Berikut isi pesannya secara utuh, tidak lebih dan tidak kurang.
“Assalamualaikum pak, saya atas nama Fitriani Kadir, Alhamddulillah tulisan saya sudah dimuat di Bengkel Narasi, terima kasih ya pak. Alhamddulillah, sangat bersyukur karna bisa bergabung di Bengkel Narasi pak. In syaa Allah pak kami akan selalu berusaha belajar dan belajar.”
Saya pun menjawabnya, “Wa’alaikumsalam. Salam pena tanpa limit. Teruslah menulis. Kalau ada kendala dalam menulis, boleh japri ke sini. Saya dan mentor yang lain akan selalu membimbingnya menjadi penulis yang baik”.
Dia langsung membalas dengan mengungkapkan perasaan setelah tulisan pertamanya berjudul “Tulisan Perdanaku Penawar Lukaku” mulai membahanan di udara dan disambut antusias oleh para pembaca. Berikut balasan WhatsApp-nya.
“Terharu bercampur deg-degan pak, rasanya tidak percaya, biasanya saya hanya menulis di buku saja. Tapi dengan adanya Bengkel Narasi, alhamddulillah wawasan saya untuk bisa maju lebih semangat lagi. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih pak atas ilmunya. Semoga dapat menginspirasi saya untuk bisa lebih memperindah bahasa dalam hal menulis.”
Satu minggu kemudian, Rabu 4 Agustus 2021, ia mengirim pesan lagi di WhatsApp dengan mengatakan, “Alhamdulillah Pak, tulisan keduaku sudah masuk lagi Bengkel Narasi berkat bimbingan dari pak RIM. Terima kasih bapak Inspiratorku. Pak izin saya ingin mengutarakan rasa bahagia ini, rasa karena tulisanku membahana di BN. Saya berkali-kali menganggukkan kepala terkagum-kagum tidak pernah terpikir akan bertemu dengan orang-orang baik di BN yang luar biasa rendah hati semuanya, sehingga bisa menerima saya bergabung dan selalu memotivasi saya setiap saat. Terima kasihku untuk bapak”.
Fitri, engkau orang pertama di BN yang baru sekali mengirim tulisan sudah berhasil menduduki posisi puncak lintasan BN mengalahkan senior dan mentormu. Kami pun penasaran dan mendiskusikan kenapa ada penulis baru yang baru sekali menulis bisa langsung bertengger di pososi puncak?
Setelah masuk tulisan keduanya berjudul, “Pikiranku Sudah Menggila” posisimu di tiga besar kontributor BN tidak tergoyahkan selama hampir tiga minggu. Untuk mengurangi rasa penasaran di mana letak kekuatan dua tulisannya, saya mengirim pesan bertanya di mana rahasia tulisannya bisa mencapai hampir ribuan pembaca? Engkau menjawab, “Tulisan itu saya sebar ke seluruh jaringan keluarga, Pak”.
Selasa, 24 Agustus 2021 saya mengirim pesan lagi di inbox dan bertanya, “Penulis andalanku, sudah adakah tulisan ketiga disiapkan”? Engkau menjawab, “Sudah ada, Pak. Dikirim ke Ibu Besse Rismawati, diedit untuk diteruskan ke Bapak dan periksa”.
Fitri, ternyata tiga hari lalu itulah komunikasi kita yang terakhir. Hari ini, Jumat 27 Agustus 2021 engkau sudah menghadap ke Sang Khalik. Fitri, engkau terlalu cepat meninggalkan kami di BN. Kami akan selalu merindukan tulisan-tulisan inspiratifmua yang menggugah jiwa pembaca.
Selamat jalan. Cinta kami untukmu, Fitri. seluruh keluarga besarmu di BN akan selalu merindukanmu. Alfatihah tanpa henti untukmu. []

Alfatihah dia chat, juga sedih rasanya kayak tidak percaya
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜Dinda fitri engkau sdh terbang keangkasa menemui sang khaliq namun jiwamu sdh membumi dihati kami dan akan merindukan goresan2 penamu, terakhir bertemu di perpustakaan saat itu dirimu merekamku membaca puisi dan saat itu tulisan keduamu sementara diedit… Rasanya seperti mimpi dengar berita kepergian sang contributor Top BN ..insyaa Allah husnul khatimah. .al fatihah