Buku: Besse Kajuara, Srikandi Tangguh dari Timur
Kisah hidup dan perjuangan Ratu Bone ke-28 yang berkuasa pada tahun 1857 -1860. Dikenal sebagai pemimpin kerajaan Bone yang gigih berjuang menentang penjajahan Belanda.
Emakku Pahlawanku
Oleh : Ghinda Aprilia Sarti nama lahir ummiku, “Wa Atit,” itu nama panggilan keluarga dari Engkong Saca, bapaknya. Mungkin sudah banyak cucu dan buyutnya. Aku memanggil dia, “Emak.” Konon kata…
DUNIA SEPI & HENING TANPA TRADISI LISAN
Tradisi lisan, budaya lisan dan adat lisan adalah pesan atau kesaksian yang disampaikan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pesan atau kesaksian itu disampaikan melalui ucapan, pidato, nyanyian,…
Positif Thinking
Salah satu akhlak mahmudah (terpuji) kepada Allah SWT adalahkhusnudzon (berbaik sangka atau berpikir positif) kepada-Nya.https://www.slideshare. Seorang penulis terkenal duduk di ruang kerjanya, dia mengambil penanya & mulai menulis:.📝Tahun lalu, saya…
Memahami Paham Chauvinisme dalam Nasionalisme
Chauvinisme sebagai paham kebangsaan sempit yang didasarkan kepada pertimbangan rasialisme atau etnosentrisme justru bertentangan dengan paham kebangsaan … Nurkholis Madjid Nasionalisme, patriotisme, dan heroisme berhubungan dengan perasaan atau sikap yang…
Sosok RIM dan Karya-karyanya Terus Membumi
Kalau ingin mengenal dunia membacalah, jikan ingin dunia mengenalmu menulislah. Bisa jadi kalimat inspiratif inilah yang menginspirasi RIM (Ruslan Ismail Mage) terus membaca dan menulis untuk melahirkan karya-karya buku motivasi…
Nora, Selamat Jalan
Sejak malam itu, dia resmi menjadi anggota keluarga tersebut. Dia ditempatkan sekamar dengan anak perempuan satu-satunya keluarga itu, dan dia merasa agak risih karenanya. Anak perempuan itu memperlakukannya seperti adik,…
23 Agustus 68/72
Nikmat apa lagi yang tak harus kami syukuri saat ini, ketika masih diberi waktu menghirup udara di muka bumi ini. Sekian banyak nikmat kesehatan, nikmat pekerjaan, dan nikmat persaudaraan, serta…
AIR MATA SAHABAT
Hari ini Senin 23 Agustus 2021, saudaraku pak Hasbi Latif dan ibu Rosmawati sedang mensyukuri hari kelahirannya berdua. Dari mataku yang basah, hatiku yang merindu, batinku bertasbih mengucapkan selamat "milad"…
