Oleh: Yusriani Nuruse

Di kaki gunung sebelah selatan kota Soppeng tepatnya di Dusun Waessuru Campui, Desa Umpungeng Kec. Lalabata Kab. Soppeng desa yang paling terpencil di Kampung Campui dihuni sekitar 40 KK dengan jumlah penduduk sekitar 80 jiwa. Kampung Campui hampir semua dikelilingi hutan lindung yang mengakibatkan warga kesulitan mengolah lahan perkebunan. Campui terletak di pelosok dengan akses kendaraan sulit. Untuk sampai di sana harus menempuh perjalanan melewati gunung menelusuri hutan serta jalanan yang sangat ekstrim, terjal, lincin dan berlumpur ketika musim hujan.Tidak sembarang kendaraan bisa dilewati kecuali motor taxi atau motor yang dimodifikasi menyerupai motor trail yang sering dipakai memuat gabah atau hasil kebun warga. Bila tak ada kendaraan tersebut, warga hanya berjalan kaki bila ingin membeli kebutuhan dan keperluan lainnya kenkota dengan jarak tempuh ke kota sekitar 13 km.

Di daerah tersebut belum ada fasilitas termasuk tempat Ibadah yaitu Masjid, sehingga warga sholat berjamaah di rumah warga yang lain. Hingga ide mendirikan Masjid dicetuskan oleh bapak kepala desa Campui,yang bernama bapak Shalahuddin, S.Ag. Ide itu disambut dengan rasa suka cita oleh warga sehingga masjid tersebut diberi nama Masjid Shalahuddin Campui. Warga bergotong royong membangun masjid, namun, karena keterbatasan biaya,kini masjid Shalahuddin sangat memprihatinkan kondisinya. Dinding yang sudah mulai lapuk dan tanpa adanya aliran listrik. Namun, dalam kondisi seperti ini, antusiasme warga untuk terus beribadah tidak berkurang. Shalat lima waktu berjamaah masih tetap dilakukan.

Dalam laporannya, ketua panitia pembangunan masjid menyampaikan bahwa sumbangan yang masuk untuk pembangunan masjid sampai saat ini masih sangat nihil dikarenakan akses yang sangat sulit untuk bisa memasuki wilayah kampung Campui.Namun, setelah melihat dan mendengar kondisi masjid yg sangat memprihatinkan, beberapa organisasi kemanusiaan turut membantu, namun, belum rampung renovasinya dan hanya sampai di pemasangan tegel lantai masjid. Warga sekitar sangat berharap agar masjid Shalahuddin segera direnovasi sehingga warga bisa beribadah dengan tenang.

Besar harapan kami agar orang baik semua bisa menyisihkan sedekahnya untuk pembangunan masjid di kampung Campui. Insya Allah, berapa pun donasi yang diberikan akan dibalas setimpal oleh Allah SWT, seperti sabda Rasulullah yang berbunyi: “Barangsiapa yang membangunkan sebuah masjid karena Allah walau sekecil apa pun, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga” (HR Bukhari dan Muslim).
Orang baik, selagi ada waktu, mari kita bahu membahu membantu pembangun Masjid tersebut sebagai bekal kita menuju kampung akhirat.

Watansoppeng, 5 April 2022

(Visited 27 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: