Saat kita masih duduk di bangku sekolah, terkadang kita meremehkan seorang guru yang sedang mengajar. Namun, baru kali ini aku merasakan bagaimana hebatnya seorang guru atau trainer. Saat guru menjelaskan, kita malah menganggapnya remeh. Namun, saat kita berdiri di posisi sang guru atau trainer, baru kita menyadarinya bahwa guru adalah orang terhebat selain para pejuang di medan perang.
Semua itu baru aku rasakan ketika menjadi trainer di bidang literasi. Aku baru merasakan bagaimana jasa seorang guru yang terus berdiri mengajar hingga berjam-jam. Terkadang mereka sakit, tetapi di depan kita tetap tegar dan terlihat sehat hanya agar kita paham pelajaran yang disampaikannya.
Pada kesempatan ini, baru aku menyadarinya bahwa seorang guru adalah pahlawan sejati yang seharusnya negara memberi penghargaan bagi guru teladan.
Ketika aku jadi trainer, aku baru mengerti benar pekerjaan seorang pendidik seperti guru-guru hebatku Bapak Julio wali kelasku di SDN 1 Iliomar, Bapak Markus wali kelasku ketika kami SD kelas dua, dan Bapak Agustino dari Lospalos yang menjadi wali kelasku ketika aku SD kelas 3, serta almarhum Bapak Eugenio di SDN 1 Lospalos selama tiga tahun ketika aku jadi murid pindahan sejak 1994-1997.
Hingga lanjut ke SMP, aku menemukan lagi guru-guru hebat yang jadi wali kelas di SLTP negari 3 Becora, yakni Pak Sugianto dan Pak Nico. Juga ketika 1999 aku pindah ke SMPK Cristal, mendapat wali kelas yang jago di bidang matematika, yakni Pak Rafael. Juga wali kelasku ketika SMA di Hati Kudus Yesus Becora, yakni Pak Inasio dan pak Althur, serta wali kelasku di SMA Finantil Pak Julvestri. Hingga mahasiswa, aku mendapat dosen pengajar HI, yakni Pak Miguel de Carvalho.
Aku baru sadar bahwa aku bukan siapa-siapa. Aku sadar benar saat ini berdiri di posisi guru dan dosenku. Jika bukan karena jasa mereka, aku hanyalah orang biasa-biasa. Namun, kini aku mampu berdiri di tempat seperti mereka.
Aku sadar jika seorang guru ingin berusaha menjadikan murid yang terbaik dan semua tergantung juga para murid. Ketika aku berdiri di hadapan anak didik, rasanya ingin menangis. Jadi, inikah yang dinamakan teacher atau trainer? Betapa hebatnya guru-guru yang selama ini mengajariku. Jika bukan karena kalian, aku bukan siapa-siapa.
Salut bagi semua guru dan dosenku. Kalian adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang akan aku kenang sepanjang hayat.
Terima kasih juga kepada kepala sekolahku dulu di SDN 1 Lospalos, yakni Bapak Sudirman yang selalu setiap mengajari kami ketika wali kelas sakit atau ada aktivitas lain. Karena jasamu, kini kami menjadi diri kami sendiri. Meskipun sejak 1999 hingga saat ini kami kehilangan jejakmu, jasamu akan kami kenang selamanya.
by Dev.Seixas’25

Itulah hebatnya guru…meskipun sakit hti thd kelakuan anak buahnya ia ttap tegar membimbing mereka agr dapat meraih masa depan yg gemilang…kesuksesan muridnya adalah kesuksesanya juga dan sebaliknya…phlawsn tmoa jasa…heroi sem merito…