
Saya bukan ahli aglao ataupun master aglao, namun hanya seorang pehobbi dan pecinta aglao yg memiliki rasa penasaran tentang seluk beluk aglao. Hobbi yang terkadang dipandang orang aneh karena seorang laki-laki memiliki ketertarikan dengan aglaonema, yang katanya identik dengan Hobbi perempuan. Namun, menurutku terlalu sempit pikiran kita jika mengkotak-kotakkan Hobbi berdasarkan gender. Hobbi adalah kesenangan yang tidak memandang jenis kelamin.
Awal mula beraglao 9 tahun silam, belum tahu ilmunya, belum tahu seluk beluk aglao, tahunya hanya beli dan beli. pakai media apa saja yang ada, tidak mengenal pupuk, anti hama, anti bakteri, serta tidak tahu bagaimana perlakuan yg benar terhadap aglaonema, alhasil sebulan dua bulan berikutnya aglao mati satu persatu. Dan berdampak pada trauma dan tidak mau lagi beraglao.
Namun tahun 2019, saat negeri ini dilanda pandemi Covid 19, dimana banyak aktivitas dan pekerjaan sekolah diselesaikan dengan gadget. Tiada hari tanpa gadget, tiada hari tanpa sosial media, dan tanpa sengaja menemukan menemukan channel youtube seorang master aglaonema yang juga berprofesi sebagai seorang guru. Di channel itulah mulai belajar tentang aglao, tiap malam minggu menunggu live beliau, menyimak dan bertanya tentang seluk beluk aglao, mencoba mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh dari hasil belajar, walaupun aglao waktu itu hanya big roy.
Tiap kali setelah belajar, tangan ini gatal ingin praktikkan langsung, alhasil beberapa aglao big roy jadi korban, namun dari mencoba dan mencoba, walaupun masih banyak gagalnya, mencoba mengadopsi suksom berdaun 1 dari salah seorang pecinta aglao dari Soppeng dan juga teman seprofesi. tiap hari dirawat sesuai petunjuk dari hasil belajar. dan hasilnya dari 1 daun dan menjadi beberapa daun. merasa sudah ada sedikit pengetahuan tentang aglao, mulailah ditambah aglao, dimulai dari jenis yg lokal.
Seiring berjalannya waktu, tiap hari belajar dan terus belajar, bukan hanya dari satu channel tapi merambah ke channel-chanel yang lain. Setelah setahun belajar dan praktik tentang aglaonema, beberapa aglao yang dirawat tumbuh subur dan beranak pinak, walaupun ada juga yang mati karena terlambat dan salah memberikan penanganan. namun itu bukanlah menjadi penghalang.
Merawat aglaonema tidaklah semudah teori yang telah dipelajari, namun membutuhkan keseriusan dan kesabaran yang tinggi. Modal utama merawat aglaonema adalah passion. Tanpa passion maka perjuangan kita merawat aglao akan sia-sia. Passion lahir dari hati sehingga dalam merawat aglao kita memiliki keseriusan dan kesabaran dalam merawat aglao.
Dalam merawat aglaonema dibutuhkan keuletan dan ketelatenan. Terdapat poin-poin penting yang perlu dipahami dalam perawatan aglaonema yakni penyiapan media tanam, pot atau wadah untuk menanam, peletakan, penyiraman, pemupukan, pengobatan dan perkembang biakan.
pertama, penyiapan media tanam. Media yang tepat akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Media tanam yang cocok untuk aglaonema adalah yang memiliki porositas yang tinggi, kelembaban yang sedang, serta mengandung cukup unsur hara.
Kedua, pot atau wadah untuk menanam. Pot juga merupakan unsur penting dalam menentukan pertumbuhan dan perkembangan aglaonema. Penggunaan pot yang memiliki ukuran cenderung kecil atau mengikuti tingkat perkembangan akar. Penggunaan pot yang tepat akan berdampak pada kelembaban media tanam yang stabil.
Ketiga, peletakan. Tempat yang mendapatkan asupan sinar matahari yang cukup serta sirkulasi udara yang bagus merupakan syarat penempatan aglaonema. Penyinaran dan sirkulasi udara yang bagus akan mengontrol kelembaban media tanam sehingga bagus untuk pertumbuhan dan perkembangan aglao.
Keempat, penyiraman, pemupukan, dan pengobatan. Aglaonema sama dengan tanaman hias yang lain yang membutuhkan asupan unsur hara yang sesuai dengan kebutuhannya. Pemupukan dan pengobatan terhadap aglao secara kontinu dan berkesinambungan akan meminimalisir serangan penyakit pada aglaonema, seperti serangga, bakteri, virus dan jamur.
Terakhir, perkembangbiakan aglaonema. Selain perkembangbiakan alami aglaonema, yakni anak samping, ada beberapa teknik perkembangbiakan aglaonema. Dalam dunia aglao dikenal dengan potong bonggol, stek batang dan potong pucuk.
Demikian sedikit pengalaman tentang beraglaonema. Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. Sayangi alam ini, maka alam ini akan sayang kepada kita semua.
Soppeng, 3 September 2022

Salam satu hobby
Terima kasih Krn telah menunjukkan wadah untuk saya berkreasi