Narasi yang begitu berat pagi ini, dengan judul “15 Tahun Memupuk Tenaga Memeras Keringat Untukku”.

Berat tulisan ini, terletak pada esensi makna yang tersampaikan.

Berkisah tentang sosok Wanita Tangguh yang melahirkan dan membesarkannya seorang diri. Sejak ditinggal ayahandanya kepangkuan sang khalik.

“Aku akan memberikan yang terbaik buat ibu, agar kelak ibu tersenyum bahagia melihat aku memenuhi harapanmu ibu”.

Setiap anak pasti memiliki mimpi dan cita yang sama, untuk membahagiakan dan memenuhi harapan ibunya masing-masing.

Meski terkadang, seorang anak kesulitan untuk mengungkapkan rasa terima kasih atau rasa sayang kepada ibu.

Untuk itulah, sebuah ungkapan hati perlu dituliskan dalam sebuah narasi di Bengkel Narasi. Sebagai bentuk penyampai pesan rasa sayang anak untuk sang ibu tercinta.

Mengungkapkan rasa terima kasih atau pun rasa sayang kepada ibu, tidak perlu menunggu waktu spesial atau hari ibu.

Ungkapkan sesegera mungkin selama mereka masih bisa mendengar kalimat tulus dari anaknya.

Ucapkan terima kasih dan ungkapkan bagaimana bersyukurnya kita memiliki seorang malaikat bergelar ibu.

Setiap anak yang sadar akan kepedulian dan kasih sayang Ibu, pasti akan menghabiskan harinya untuk membahagiakan serta memuliakan ibunya.

Itulah yang saya lihat dari Ibu Dosen Fakultas Ekonomi INTENS Muhammadiyah Kolaka Utara ini.

Meski terpisah karena jarak dengan ibunya. Tangannya senantiasa ia tengadahkan ke langit memohon kesehatan dan keselamatan Ibunya.

Setiap anak yang terhubung Jiwa dengan Ibunya. Pasti Ibunya akan mendengar apa yang dikatakan bahkan apa yang belum dikatakan anaknya.

#AH

(Visited 30 times, 1 visits today)
One thought on “Tulisan untuk IBU”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.