Oleh: Ruslan Ismail Mage*
Sering kita mendengar orang berkata setengah mengeluh, kalau tidak murni mengeluh, “Andaikan waktu bisa diputar kembali, mungkin hasilnya tidak seperti ini.” Itulah salah satu keluhan yang familiar bagi orang yang lalai memanfaatkan waktu untuk menabung ilmu pengetahuan, lalai menggunakan waktu untuk menggali potensi diri.
Sang waktu tidak akan berhenti sejenak dengan alasan apa pun. Roda waktu terus berputar, bergerak maju menuju masa depan cerah, membawa orang-orang yang menghargainya dan menggilas tanpa ampun orang-orang yang mengabaikannya.
Demikian pentingnya sang waktu, sampai Allah Swt mengingatkan dalam FirmanNya, “Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam keraguan, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-Ashar: 1-3)
Ketika Allah Swt bersumpah dengan menyebut nama masa (waktu), itu berarti manusia diingatkan agar jangan menyia-nyiakan waktu. Karena salah satu hal yang tidak bisa didaur ulang adalah waktu. Kehilangan uang bisa diganti dengan bekerja. Kehilangan ilmu bisa diganti dengan belajar. Kehilangan kesehatan bisa diganti dengan berobat ke dokter. Kehilangan tenaga bisa diganti dengan istirahat penuh. Namun, jika kehilangan waktu, bagaimana cara menggantinya?
Jadi, ancaman paling membahayakan bagi masa depan adalah mengabaikan waktu. Serangan paling mematikan bagi masa depan adalah menunda-nunda waktu. Pencuri paling licik bagi masa depan adalah hidup santai. Terorisme paling menakutkan bagi masa depan adalah kemalasan. Artinya, mengabaikan waktu, menunda-nunda waktu, gemar hidup santai, dan memelihara kemalasan adalah racun paling ampuh yang akan membinasakan masa depan.
Abu Qa’qa’ Muhammad bin Shalih mengatakan, “Jauhilah sikap menunda karena ia adalah tentara terbesar Iblis.”
Sahabat pemelajar, semoga kita terhindar dari pasukan elit Iblis bernama “Procrastinator” yang setiap saat mengintai manusia untuk diseret masuk ke dalam jurang kegelapan. Procrastinator adalah orang yang amat suka menunda waktu (pekerjaan) hingga jelang hari atau menit akhir dari batas waktu.
Procrastinator ini penting diperkenalkan, karena dalam wawancara imajinerku dengan Bill Gates (pendiri Microsoft), Mark Zwckerberg (pendiri Facebook), Larry Page & Sergey Brin (pendiri Google), ketiganya mengatakan bisa sukses dan menjadi tiga orang terkaya di dunia karena selalu menolak menjadi Procrastinator.
Tentang waktu, kita memiliki persamaan dengan ketiganya, yaitu sama-sama memiliki waktu 24 jam, 1.440 menit, 86.400 detik setiap harinya. Perbedaannya terletak cara memperlakukan waktu itu sendiri. Si Bodoh berpikir bagaimana menghabiskan waktu. Si Pecundang berpikir bagaimana membuang waktu. Sementara Sang Pemenang berpikir bagaimana memanfaatkan waktu. Silakan Anda pilih.
Salam cerdas memanfaatkan waktu! []
*Akademisi, inspirator, dan penggerak.

Jadi,waktu yang dahulu kita abaikan,habiskan,maka itu yg menjadi motifasi kita kedepannya,dan untuk hari ini kita harus berusaha supaya waktu yang kita gunakan untuk kebutuhan dan keperluan kita dalam hal apapun,dan untuk masa depan kita.