Oleh : Nur Saadah*

Ia adalah salah satu makhluk yang sering bikin kita kesel dan geram. Kenapa tidak, ketika kita lagi nyenyak-nyenyak tidur atau lagi fokus mengerjakan sesuatu, tiba-tiba ada yang menggigit salah satu bagian tubuh kita, hingga suasana nyaman berubah menjadi kekesalan. Awalnya sehat, tiba-tiba sakit terjangkit penyakit DBD atau Malaria. Kalau dipikir-pikir, dia itu hanya seekor makhluk kecil tapi dapat menjadi bencana bagi semua orang.

Meskipun hanya seekor nyamuk, pernah nggak kita berpikir, kenapa harus ada makhluk seperti nyamuk ini? Kenapa kita sering mengeluh ketika digigit nyamuk? Padahal nyamuk ini juga merupakan makhluk ciptaan Tuhan. Artinya, ketika kita mengeluh maka kita mengeluh akan ciptaan Tuhan. Di sisi yang lain, segala yang diciptakan Tuhan di muka bumi ini, diberikan untuk melengkapi kehidupan di dunia. Mempunyai makna serta tujuan bagi kehidupan manusia. Nyamuk merupakan bagian ekosistem mata rantai dari kehidupan ini.

Kalau kita liat lebih dalam, nyamuk telah menjadi sumber penghidupan bagi banyak orang. Dengan adanya nyamuk angka pengangguran berkurang, lapangan kerja tercipta dengan adanya industri obat nyamuk. Bahkan nyamuk dapat menjadikan orang menjadi seorang millioner.

Dengan adanya nyamuk, orang berpikir kreatif mencari solusi untuk mengatasi persoalan yang dimunculkannya. Banyak produk-produk kreatif yang diciptakan berkaitan nyamuk, seperti racket penangkap nyamuk, kelambu nyamuk dan banyak lagi. Tanpa nyamuk, profesi dokter kurang berfungsi karena tidak ada yang menderita DBD, atau Malaria. Begitu pula tidak ada pemicu bagi para dokter untuk mengupgrade keilmuannya.

Dengan kata lain, keberadaan nyamuk telah menjadi objek pelajaran bagi umat manusia untuk menjadi lebih kreatif dalam menghadapi segala bentuk ketidaknyamanan dalam hidup. Sesungguhnya, manusia di bumi ini akan menjadi dan tidak kreatif apabila tidak diberikan tantangan dan kesusahan. Manusia yang terlalu nyaman dalam hidup akan menjadi lemah dan tidak waspada, serta tidak kreatif dalam mengatasi gejolak kehidupan.

Bagaimana kita menyikapi persoalan nyamuk nakal ini? Semoga dapat membantu kita menyikapi keadaan pasca covid dan resesi global yang akan diprediksi terjadi pada tahun depan.
 
*Penggiat literasi Minangkabau
 

(Visited 46 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.