Oleh: Achmad Fajar Putra*
Berbicara tentang prinsip tentunya berbicara tentang pilihan. Prinsip menentukan bagaimana langkah ke depan dalam pengambilan sebuah keputusan. Banyak orang mengabaikan sebuah prinsip, tidak penting, tidak harus dipegang atau dimiliki.
Lalu apa sih itu prinsip? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) prinsip itu adalah : “Kebenaran yang menjadi pokok dasar berpikir dan bertindak”. Karena itu, prinsip seseorang berjalan lurus dengan kedudukan sebuah martabat atau wibawa seseorang.
Manusia dewasa sesungguhnya adalah tempat bersemainya sebuah prinsip. Namun, setiap manusia memiliki prinsip yang berbeda antara satu dengan yang lainnya sesuai dengan keyakinanya dalam menjalani kehidupan. Lalu apa bedanya orang yang memiliki prinsip dengan orang yang tidak memiliki prinsip? Itu terletak kepada konsistensi pada prinsipnya.
Terkadang berbicara A namun tindakannya berbeda. Hal inilah menjadi pemicu lahirnya Toxic People atau manusia palsu, bermuka dua, lain di hati lain di mulut. Fenomena seperti ini tentu sangat berbahaya bagi kehidupan seseorang. Perubahan dari prinsip yang diambil akan berimplikasi pada pandangan orang lain terhadap kepribadiannya.
Prinsip yang kuat tentunya akan mendapatkan labeling yang bertanggungjawab dalam kehidupan. Jauh berbeda dengan mereka yang linglung tanpa prinsip dan akan memunculkan stigma negatif terhadap dirinya.
Ada banyak contoh yang dapat kita ambil dari para pejabat publik atau petinggi negara. Hari ini bicara tidak bisa, besok bicara lain lagi. Hidup seperti bunglon inilah yang tidak punya pendirian tetap dan tidak bisa dipercaya, yang menjadi cikal bakal terciptanya kekacauan dalam kehidupan demokrasi di negeri ini.
Sungguh manusia itu bisa berubah tergantung dalam kondisi keimanan yang diyakininya. Semakin kuat ikatan spritiual dengan penciptanya semakin terbentuk kepribadian yang kuat, begitu juga sebaliknya. Sesungguhnya prinsip itu terletak dalam hati yang tidak terlihat dan tidak tertulis dalam media. Itulah pentingnya satu badan satu prinsip, bukan satu badan dua kepribadian.
*Mahasiswa Universitas Negeri Padang, pencinta literasi menulis.

Mantap sekali isinya…sangat membantu dan inspiratif…
Moga saya dapat belajar menulis dari anda…