Oleh: Welda Zetri*
Setiap saat berusaha untuk membaca dalam menambah pengetahuan. Namun tidak semua yang kita baca memiliki energi penggerak, satu diantara tulisan yang memiliki energi penggerak adalah tulisan-tulisan dosenku bapak Ruslan Ismail Mage (RIM)
Tulisan terbarunya yang saya baca berjudul, Menjadi Komunikator Diri Sendiri” benar-benar dahsyat energinya menyadarkan dan menggerakkan kepercayaan diri untuk melangkah menjemput impian. Bagiku dan teman-teman yang mengambil mata kuliah “Komunikasi Pemerintahan” asuhan Pak RIM, tulisan itu adalah pengingat yang sangat kuat bahwa keberhasilan bukan semata-mata hasil dari kecerdasan, koneksi, atau keberuntungan, melainkan dari keberanian dan konsistensi untuk terus melangkah, bahkan ketika segalanya terasa tidak pasti.
Pak RIM berhasil merangkai kisah-kisah inspiratif dari tokoh-tokoh dunia seperti Elon Musk, Jack Ma, Oprah Winfrey, hingga Michael Jordan untuk menunjukkan bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses. Yang menarik, benang merah yang ditarik bukan hanya soal kerja keras atau pantang menyerah, tetapi soal kemampuan seseorang untuk menjadi “komunikator bagi dirinya sendiri”. Ini adalah sudut pandang yang unik dan dalam, karena sering kali yang paling sulit bukan meyakinkan orang lain, tetapi meyakinkan diri sendiri untuk tidak menyerah.
Bagian paling menggugah dalam tulisan Pak RIM itu adalah saat disebutkan bahwa keberanian mengambil langkah pertama—yang sering kali paling menakutkan—justru itulah yang paling menentukan. Ini sangat relevan di dunia sekarang, di mana banyak orang menunda mimpi hanya karena merasa belum cukup siap. Padahal, seperti yang diitulis Pak RiM yang dibutuhkan sering kali hanya satu hal, yaitu keberanian untuk memulai.
Tulisan Pak RIM bukan hanya motivasional, tapi juga reflektif. Ia mengajak kita melihat ke dalam, bukan keluar. Bukan menunggu validasi eksternal, tapi membangun keyakinan internal. Dan itu adalah pesan yang sangat penting di tengah dunia yang terlalu sibuk menilai berdasarkan hasil, bukan proses.
Tulisan Pak RIM menyentuh dan menyadarkan—bahwa sebelum jadi siapa-siapa di mata dunia, kita perlu jadi “seseorang” terlebih dulu di mata diri kita sendiri. Terimakasih Pak RIM, dosenku yang selalu menginspirasi kami mahasiswanya, baik melalui kuliah langsung maupun lewat tulisan-tulisan yang tersebar di beberapa media online. Kekuatan tulisan bapak sangat dahsyat menumbuhkan kepercayaan diri kami.
*Mahasiswi Jurusan Ilmu Pemerintahan Unes Padang.
