Karya Dev Seixas 1125

Tanggal 10,Mei 2025 merupakan hari dimana aku tinggalkan rumah itu penuh jutaan memoar tentang aku dan dia. Mencoba untuk menghindari dirinya di setiap tempat aku berada hanya demi keutuhan rumah tangga Yano. Aku bukan wanita kelas bawah yang berjuang hidup mengandalkan kekuatan pria begitu juga kekuatan Yano.

Mengenal Yano merupakan ketakutan terbesar aku. Semua memoarku dengan Yano aku tinggalkan di setiap rumahku berpindah. Sekuat apapun perjuanganku melupakan Yano justru dua kali lipat Yano terus mencari tahu keberadaanku sejak awal hingga detik ini, aku memutuskan pindah lagi dari rumah dimana aku sedang menanti masa depan menantiku.

Aku ingin novenaku sukses, aku ingin bisa melupakan Yano selamanya, ujar Dexas Artica dalam benak. Entah seberapa banyak memoar tentang aku dan Yano selama lima tahun, aku selalu berjuang agar Yano sadar dari diriku untuk balik ke istri dan anak-anaknya bukan mengejar sebuah relasi tanpa nama.

Sudah aku berpindah tempat tiga kali hanya demi menghindari perasaan Yano yang kelewatan batas. Aku sudah muak terus menerus jadi incaran Yano, pikir Dexas dalam hati.

Pada tanggal 10 Mei 2025 Dexas dengan senang hati berpindah alamat agar selamanya kehilangan jejak karena ia tidak ingin Yano mengetahui tempat tinggal yang baru Dexas tempati.

Kedatangan Yano selalu menganggu kehidupan Dexas sampai Dexas tidak fokus untuk beraktivitas maka jalan satu-satunya adalah meninggalkan semua memoar di rumah dimana mereka selalu bercumbu rayu di kala bertemu.

Dexas menyadari jika khemistri perasaan antara dirinya dengan Yano begitu berat, akan tetapi untuk apa mempertahankan pria seperti Yano, yang hanya datang ketika melampiaskan hawa nafsu! Jujur awal aku pikir dia pria baik-baik, ternyata banyak sekali perlakuan Yano tak terpuji yang aku dengar dari istrinya.

Sebagai sesama wanita aku tentu punya hati. Bagaimana mungkin aku mempertahankan orang seperti Yano sedangkan yang lebih baik saja dari dia aku jadikan gumpalan lumpur di kakiku.

Saat keluar dari rumah itu tak satu memoarku dengan Yano yang terlintas di benakku. Baru sehari aku pindah alamat rumah, Yano datang mencari aku di rumah dimana aku pernah melewati hari-hari indah bersamanya. Saat Yano pulang aku melihat jejaknya. Aku langsung masuk ke rumah baru dimana aku baru tinggal sehari karena aku sudah berjanji dengan hati kecilku untuk melupakan Yano selamanya.

Keesokan hari pacarnya adik Yano, chat ke aku sengaja mencari tahu keberadaanku. Aku bukan baru mengenal Yano adik, aku tahu bahkan aku kenal dirimu jauh aku mengenal Yano bahwa sesungguhnya pertanyaan tentang aku keberadaanku bukan kamu yang tanya bukan?

Jika tidak salah kakak pacarmu kemarin mencariku di rumah, aku dapat kontak dari tetangga jika ia pergi mencariku dengan seragam militar, jadi aku mohon jangan memberitahukan jika aku pindah atau tetap tinggal adik, ujar Dexas serius.

Baik Bu, kata pacar sang adik. Jujur adik aku tidak butuh lanjutkan hubungan persahabatan dengan orang-orang tidak tahu diri seperti orang itu, jadi aku harap jangan pernah memberitahukan jika aku sudah pindah dari rumah tersebut. Aku tidak ingin orang itu tahu keberadaanku adik, jadi maaf aku tahu anda jauh lebih mengenalku jauh melebihi anda mengenal dirinya. “Baik”, ujar pacar sang adik.

Tak sampai beberapa menit pacar sang adik kembali chat bahwa, kata Yano dia ingin mengembalikan bukuku akan tetapi aku lebih tahu siapa sesungguhnya diri Yano, seorang pria pecundang yang rela menjual diri ke setiap wanita, demi membahagiakan keluarganya tanpa peduli kariernya, yang aku kenal selama lima tahun menjaling hubungan tanpa nama dengannya.

Jadi mungkin saja Yano lebih cocok dengan wanita lain, di luar sana yang memiliki target hidup yang sama dari pada denganku, pikir Dexas dalam hati.

Dexas tetap santai dan berkata, apabila ia dengan alasan untuk mengembalikan bukuku maka jelaskan saja ke dia adik bahwa, buku itu biarkan saja jadi miliknya karena aku tak butuh lagi. Jadi aku harap adik jangan memberitahukan bahwa aku memang sudah pindah dari rumah itu, ujar Dexas serius. Usai Dexas menjelaskan pacar sang adik Yanopun hanya menjawab, baik.

Sebulan sebelum pindah ke rumah lain, Dexas telah memblok bahkan menghapus nomor Yano dari HP-nya setelah ia berjuang melakukan Novena rutin selama sembilan hari, karena Dexas tahu Yano mengenal Dexas, bukan dengan hati yang tulus seperti, ungkapan Yano melainkan Dexas merasa ia seolah kena pelet dari Yano sejak awal.

Genap lima tahun usia persahabatan atau menjaling hubungan tanpa nama, Dexas sudah siap melupakan Yano untuk selamanya. Dexas bukan wanita benalu ia memiliki segudang energi, dimana ia telah khilaf akhirnya menjaling hubungan dengan Yano.

Namun, pada keputusan kali ini, Dexas tahu sulit melupakan semua memoar tentang Yano, tapi Dexas berjanji akan segera melupakan untuk selamanya dalam waktu singkat.

Hari-hari usai pindah dari rumah lama, Dexas sibuk pada kegiatan baru, yang merupakan bekal bagi dirinya juga anak-anaknya tanpa berpikir lagi Yano karena semua yang Dexas lalukan juga demi kebaikan Yano.

Jika ia ingin menjaling hubungan dengan wanita manapun tentu itu bukan urusanku. Sebab aku tidak mau mengulangi kesalahan yang sama terus-menerus, karena pertemuan antara aku dan Yano aku anggap hanya sebuah kecelakaan kecil, agar aku sadar bahwa sesungguhnya aku tidak mau terjebak ke lubang kesalahan yang sama lagi seperti sebelumnya.

bersambung…

(Visited 11 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Devinarti Seixas

Penulis dan Pendiri KPKers Timor Leste, dengan mottonya: "Kebijaksanaan bukan untuk mencari kehidupan melainkan untuk memberi kehidupan dan menghidupkan". Telah menyumbangkan lebih dari 100 tulisan berupa; berita, cerpen, novel, puisi dan artikel ke BN sejak 2021 hingga sekarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.