Akhirnya, waktu jua tiba
Penghujung hari melepas rindu
Melepas Pulau Dewata bak puisi indah
Indah terkenang, elok dikenang
Jika mengingatmu penuh segala
Inginku berkunjung, tuk beberapa kalinya
Napak tilas melihat karya Tuhan Maha Agung
Tanah Lot yang suci menanti rindu
Bukit Kintamani tegar berdiri
Blooms Garden masih terbayang-bayang
Pantai Pandawa menyisakan syahdu
Pantai Melasti takkan terlupa
Kulihat bentang alam nan asri
Kuhirup udaranya tanpa polusi
Kurasakan terpaan angin menyentuh sanubari
Lembut bayumu menyeka wajah di Jimbaran
Sepoi-sepoi angin membawa sejuk ke relung hati terdalam
Betapa damai hati di sini
Hati takkan pernah menghapus kesan
Lukisan jiwa terpatri di sudut-sudut kota budaya
Joger takkan terliwati
Krisna takkan terlupakan
Ada Ubud ikhlas menanti
Gianyar padat mengular menjuntai panjang
Bali kota budaya,
Surga belanja
Nikmat belanja walau mengorek dompet
Dengan musik alam mengiringinya
Pantai Kuta menyisakan pesona
Tak ingin rasa beranjak sedikit
Namun waktu harus memisahkan raga
Ya Rabb ……..
Engkau yang membuat semua ini
Tanpa-Mu takkan pernah kulihat
Maha karya Tuhan tak ternilai
Kau tawarkan alam nan indah
Selamat tinggal Bali
Selamat tinggal Pulau Dewata
Selamat tinggal Kota Budaya
Selamat tinggal kenangan indah
Biarlah jejak kaki tertanam di pasir putih
Biarlah jejak tangan terukir di Pantai Kuta
Abadi kenangan takkan tergerus zaman
Kubawa senyum dalam mimpi
Hingga kusentuh kembali Tanah Lot yang suci
di gerbang I Gusti Ngurah Rai Denpasar, kulambai tangan …… sambil berucap sendu, “Selamat Tinggal Bali sampai jumpa lagi …… “
Pantai Kuta, Bali, 5 Desember 2021
12.36 WITA
